Berita Madura

Motor Listrik di Sumenep, Japnas Jatim Sebut Bupati Achmad Fauzi Pikirkan Kebutuhan Masa Depan

Terobosan Bupati Sumenep Achmad Fauzi terkait industri motor listrik untuk masa depan saat ekonomi masyarakat tak menentu.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur, H. M. Supriyadi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Berkembangnya industri kendaraan sepeda motor listrik di ujung timur Madura saat ini tidak lepas dari peran serta Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Bahkan Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur langsung merespon  dan mengakuinya terobosan Bupati Sumenep Achmad Fauzi tersebut untuk masa depan saat ekonomi masyarakat tak menentu.

"Inisiasi Bupati Sumenep Achmad Fauzi ini sangat luar biasa dalam memikirkan rakyatnya di masa depan," kata Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur, H. M. Supriyadi pada TribunMadura.com, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Motor Listrik ECGO 5 Hadir di Sumenep, Jadi Alternatif di Tengah Kenaikan Harga BBM

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sumenep di GoogleNews TribunMadura.com

Bahkan lanjutnya, pihaknya menyebutkan bahwa Achmad Fauzi sendiri saat ini sudah memakai mobil listrik sebagai mobil dinas dan diakuinya menjadi kepala daerah pertama yang memberikan contoh di Jawa Timur sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

"Global murni ini sudah dihembuskan dua tahun lalu oleh dunia, artinya Bupati Sumenep ini sudah jauh banget ke kedepan menangkap apa yang diakatakan oleh dunia," terangnya.

Dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional itu bupati Achmad Fauzi sudah melakukannya lebih awal.

Kedua kata H. M. Supriyadi, ia melihat dari segi ekonomi sangat tidak berbanding antara bahan bakar fosil dan bahan bakar baterai itu tidak ada bandingannya lah.

Apalagi saat ini sudah berbarengan dengan naiknya harga BBM di Indonesia dengan kondisi ekomomi masyarakat yang tidak menentu saat ini.

"Ini ini yang cukup membantu masyarakat kecil. Bahkan di Sumenep itukan sudah satu tahun lalu ada motor listrik, artinya jika kembali ke tadi bahwa Achmad Fauzi sudah memikirkan nasip rakyat jauh nasional dunia mengeluarkan ini," paparnya.

Pihaknya berharap, dengan berkembang pesatnya sepeda motor listrik di Kabupaten Sumenep ini tidak berhenti di Bupati Sumenep sendiri. Namun harus didukung dan dilanjutkan oleh perangkat di bawahannya, mulai dari OPD hingga ke Kepala Desa di wilayah Sumenep.

"Karena Bupati Sumenep ini sudah memberikan contoh dan langskah nyata yang kongkrit. Ini harus diikuti oleh perangkat dibawahnya. Alangkah bagainya Sumenep jadi kota bahagia pertama dan jadi contoh dari daerah lainnya. Dan ini dari segi global murni sangat patut dicontoh sekali. Daerah yang lain kan masih belum dan bahkan terlihat kebingungan, tapi Bupati Sumenep sudah jauh sebelumnya memikirkan itu," pungkasnya.

Untuk diketahu, di Kabupaten Sumenep hadir sepeda motor Ecgo 5 dan Ecgo 3, ada sepeda motor Gesits dan juga ada motor listrik United ini salah satu merek motor hemat energi yang ada di Kabupaten Sumenep.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved