Berita Surabaya

Mahasiswi PTN Surabaya Jadi Korban Pelecehan Pengendara Motor, Simak Kronologinya

Bagian sensitif tubuh atas YX disentuh disentuh oleh seorang pemotor yang melintas searah di jalan gang tersebut

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Aqwamit Torik
Istimewa
Tangkapan layar pemotor tak dikenal pelaku pelecehan seksual di Jalan Ketintang Timur PTT IV, Ketintang, Gayungan, Surabaya, pada Kamis (22/9/2022). 


Ternyata, tangan kiri pemotor tersebut mendadak menggapai dan menyentuh bagian tubuh sensitif dari YX yang saat itu berjalan di sisi kanan dari MN, atau berada di dekat sisi dalam ruas jalan gang tersebut. 


Kontan saja, hal tersebut membuat YX benaknya berkecamuk. Antara malu, marah, dan ingin menghardik perbuatan si pelaku. 


Perbuatan tak senonoh yang sekonyong-konyong menimpa YX membuatnya syok. 


Segala amarah yang ingin diluapkannya kepada si pelaku, seketika berubah menjadi rasa lemas dan lemah. 


Insiden tersebut tidak membuat MN diam. Mendapati teman sejawatnya dilecehkan begitu saja, ia bergegas berlari sekuat tenaga mengejar pemotor tersebut, yang kemudian menggeber kencang laju motornya. 


"Iya benar. Dan pelaku masih sempat berhenti sebentar dan menoleh ke belakang. Terus saya langsung ngejar pelaku. Pelaku pakai sepeda motor," ungkap teman korban, MN, saat dihubungi TribunJatim.com 


Namun, upayanya sia-sia. Pemotor tersebut terlanjur menggeber kencang gas motornya ke ujung pertigaan jalan, kemudian kabur ke arah gang Jalan Ketintang Timur PTT V, Ketintang, Gayungan, Surabaya


"Dan pelaku lari arah ke PTT 5 Ketintang. (Dari arah belakang). Iya benar," jelasnya. 


MN mengaku, sempat berusaha melacak keberadaan pemotor tersebut, melalui rekaman kamera CCTV. 


Namun, ia hanya memperoleh penggalan momen adegan si pemotor tersebut melenggang pergi. 


Tapi tidak dengan adegan saat pemotor tersebut menyentuh bagian sensitif tubuh temannya. 


Pemotor tersebut mengendarai motor berkopling diduga motor Suzuki Satria Fu. 


Penampilannya, pemotor tersebut mengenakan pakaian kemeja lengan panjang yang digulung pada hingga sesiku. 


Kemudian, mengenakan helm teropong atau full face, dan membawa tas selempang yang digantung pada tumpuan bahu kanan tubuhnya. 


"Waktu kejadiannya tidak terekam oleh CCTV. Tapi hanya terekam saya waktu lagi mengejar pelaku. Karena waktu kejadian tersebut tidak terekam CCTV," pungkasnya. 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved