Berita Madura

Digitalisasi Wisata Kampung Melon Napote Sampang, Pengunjung Tak Perlu Bingung Tanya Harga dan Jenis

Soleh menginginkan, pengunjung tidak bingung dan bertanya lagi kapan waktu masa panen di Wisata Kampung Melon Napote Sampang

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Madura (UNIRA) menyerahkan bantuan alat 'Teknologi Penyiraman Otomatis' terhadap Owner Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Madura (UNIRA) menyerahkan bantuan 'Website Profil Sistem Penjualan Melon' terhadap Owner Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang.


Green House Kampung Melon yang dirintis sejak tahun 2016 lalu itu masih belum memiliki Website Profil Sistem Penjualan Melon.


Dosen Informatika UNIRA, Soleh Rachmatullah mengatakan, diberikannya bantuan Website Profil Sistem Penjualan Melon ini untuk mengedukasi pengunjung dan media branding Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang agar lebih dikenal masyarakat luas.


Pengamatan dia, selama ini, pengunjung banyak mengetahui adanya Wisata Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang melalui WhatsApp dan media sosial.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Terbaru 25 September 2022, Pergerakan Ricky Dipantau Aldebaran, Rendy Sedih

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan di GoogleNews TribunMadura.com


"Kami coba mengintregasikan seluruh informasi dalam website tersebut. Kalau sudah ada websitenya kita bisa memberikan informasi kapan waktu panen melon," kata Soleh Rachmatullah kepada TribunMadura.com, Minggu (25/9/2022).


Pria yang akrab disapa Soleh itu menginginkan, pengunjung tidak bingung dan bertanya lagi kapan waktu masa panen di Wisata Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang.


Sehingga saat masyarakat berkunjung ke tempat tersebut, melon yang hendak dibeli dan dipetik langsung bisa dinikmati.


"Nantinya masyarakat bisa diedukasi tentang jenis melon bila sudah ada website. Kalau sistem penjualan di kampung melon napote itu ada petik buah sebagai wisata lokal," jelasnya.


Menurut Soleh, diberikannya Website Profil Sistem Penjualan Melon ini berangkat dari permasalahan banyaknya pengunjung yang selalu bertanya mengenai waktu masa panen melon dan jenis melon yang ditanam di Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang.


Sehingga pihaknya membuatkan technologi barcode yang akan ditempel pada setiap melon.


Nantinya para pengunjung hanya menyecan barcode tersebut untuk mengetahui jenis melon dan harga per kilonya.


"Barcode di melon itu pakai scan umum nanti akan diarahkan ke websitenya. Nanti akan muncul jenis melonnya dan harga perkilonya. Karena banyak varian melon dan beda harga. Jadi itu akan memudahkan," ungkapnya.


Tak hanya itu, Soleh juga menginginkan para pengunjung melek digital dan kemajuan dengan adanya Website Profil Sistem Penjualan Melon.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved