Berita Madura

Hadiri Kick Off HSN 2022 PCNU Pamekasan, Bupati Baddrut Tamam Malah Didukung Jadi Gubernur

Gus Islah berkelakar kepada para undangan untuk mendukung Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam apabila ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (kanan) dan Gus Islah Bahrawi (kiri) saat duduk bersebelahan di acara acara kick off peringatan hari santri nasional (HSN) 2022 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menghadiri acara kick off peringatan hari santri nasional (HSN) 2022 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.


Orang nomor satu di Pamekasan tersebut hadir saat Gus Islah Bahrawi memberikan ceramah perihal mengacak akar radikalisme dan terorisme dan bahanya terhadap negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di aula PCNU Pamekasan, Jalan R. Abd. Aziz.


Kedatangan bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini disambut oleh Gus Islah, serta para Kiai yang lain. 


Gus Islah kemudian menyampaikan jika Bupati Baddrut Tamam merupakan teman baiknya.

Baca juga: Bacaan Doa Pagi Hari yang Melancarkan Rezeki Sepanjang, Seperti yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan di GoogleNews TribunMadura.com


"Favorit saya, terus terang. Namanya Bupati Pamekasan terdengar di Jakarta," kata Gus Islah dengan bahasa Madura sembari disambut ketawa undangan dalam acara tersebut, Minggu (25/9/2022).


Dia kemudian melontarkan guyonan kepada para undangan untuk mendukung Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam apabila ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur.


"Minta tolong dukung kalau ingin jadi Gubernur ini, ini bukan politisasi agama, tapi politisasi teman," katanya ketawa lagi.


Pria asal Bangkalan, Madura ini kembali melanjutkan materinya dengan meminta kaum nahdiyin tidak terjebak dalam berbagai narasi politisasi agama yang menggunakan umat sebagai kekuatan sektoral sektarian.


"Kita jangan dibodohi dengan politik yang mengatasnamakan agama, yang menggunakan simbol agama dan membajak kesalehan dalam agama," tegas staf ahli densus 88 Mabes Polri tersebut.


Sementara itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, kegiatan serupa harus digalakkan dalam rangka menanamkan semangat mencintai negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) supaya tidak mudah termakan oleh informasi hoaks yang meretakkan kesetiakawanan dan hubungan berbangsa dan bernegara.


"Kita syukuri Indonesia merdeka ini berkah pertolongan Allah dan perjuangan para pahlawan. Bahkan, kita tahu bahwa Indonesia merdeka berkah perjuangan para ulama dan santri. Makanya, syukuri kemerdekaan ini dengan cara melakukan kebaikan-kebaikan," pintanya.


Dia meminta masyarakat tidak terkoyak oleh provokasi dari pihak manapun yang ingin meretakkan keutuhan bangsa dan negara. 


Karena cinta terhadap tanah air ini merupakan bagian dari iman, sehingga menjaga Indonesia menjadi keniscayaan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved