Berita Madura

Achmad Jazuli Dilengserkan dari Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep, Akui Merasa Dikhianati

Kader partai Demokrat Achmad Jazuli tidak terima dan bahkan mengaku sangat kecewa yang secara tiba-tiba mengaku dicopot dari ketua Fraksi di DPRD

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Anggota DPRD Sumenep yang juga kader Partai Demokrat, Achmad Jazuli saat memberikan keterangan, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Internal DPC Partai Demokrat Sumenep kini bergejolak dan bahkan mulai memanas jelang Pemilu 2024.

Terbaru, Kader partai Demokrat Achmad Jazuli tidak terima dan bahkan mengaku sangat kecewa yang secara tiba-tiba mengaku dicopot dari posisi sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep.

Pencopotan sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep periode 2019 - 2024 yang diduga diinisiasi Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep itu dituding sangat tidak etis dan cacat prosedural partai.

Baca juga: 49 Mahasiswa Dapat Beasiswa Dari Dinsos P3A Sumenep, ini Cara Mendapat Beasiswa dan Rinciannya

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sumenep di GoogleNews TribunMadura.com

"Saya sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat yang sah saat ini merasa dikhianati, secara prosedural yang menjadi kenyataan saat ini sudah cacat prosedur," kata Achmad Jazuli pada TribunMadura.com, Senin (26/9/2022).

Jika memang ada perubahan di alat kelengkapan DPRD kata Achmad Jazuli, pihaknya mempertanyakan kenapa tidak dikoordinasikan atau bahkan dimusyawarahkan dengan baik di internal partainya terkait proses perubahan ketua dan sekretaris fraksi, termasuk alat kelengkapan di DPRD tersebut.

"Sampai detik ini saya sebagai ketua fraksi yang sah tidak pernah menandatangani apa yang menjadi perubahan itu. Siapa yang menandatangani, apakah itu sah. Ini jelas sudah cacat prosedur," terangnya dengan nada kecewa.

Sebagaimana diketahuinya, posisi jabatan dirinya tiba-tiba diganti oleh H. Akhmad Zainur Rakhman sebagai Ketua Fraksi Partai yang sebelumnya sebagai wakilnya.

Informasi itu kata kader partai berlambang mersy ini diketahui dari hasil rapat pleno internal partai pada hari Sabtu (24/9/2022) lalu.

"Saya tidak pernah diajak komunikasi baik secara resmi maupun secara lisan atas perubahan itu, bahkan kapanpun jika ada undangan partai saya selalu siap hadir kapanpun. Sampai detik ini tidak ada yang menghubungi saya dan taunya ada penggeseran," paparnya.

Seharusnya kata Achmad Jazuli, jika memang ketua DPC Partai Demokrat Sumenep ingin membesarkan partai harus dihadirkan semua dari enam anggotanya dan bahkan pihaknya pertanyakan dengan keras keabsahan proses tersebut.

Sebagai kader partai demokrat, pihaknya memberi peringatak keras atas perubahan jabatan Ketua Fraksi tersebut.

"Bapak AHY sendiri bilang bahwa anggota yang sudah jadi itu adalah aset, dan  sulitlah untuk mencari orang yang masih belum tentu. Seperti incumbent," katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep Indra Wahyudi belum bisa memberikan keterangan meski sudah dihubunhi dan disampaikan persoalan tersebut.

TribunMadura.com terus melakukan upaya konfirmasi terkait persoalan internal di tubuh partai demokrat Sumenep.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved