Berita Madura

Buntut Truk Tembakau Dibakar di Pamekasan, Polisi Redam Indikasi Konflik Kesukuan, ini Upayanya

Kasatreskrinm Polres Pamekasan, AKP Eka Purnama menyarankan, untuk meredam adanya indikasi konflik kesukuan ini menjadi tanggung jawab bersama.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Truk pengangkut tembakau Jawa yang dibakar di tengah Lapangan Desa Bulay, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (15/9/2022) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Polres Pamekasan, Madura meredam adanya indikasi konflik kesukuan antara warga Madura dan Jawa pasca kejadian dibakarnya sebuah mobil Truk pengangkut tembakau Bojonegoro di Kabupaten Pamekasan, Kamis (15/9/2022) dini hari.


Kasatreskrinm Polres Pamekasan, AKP Eka Purnama menyarankan, untuk meredam adanya indikasi konflik kesukuan ini menjadi tanggung jawab bersama.


Ia meminta kepada sejumlah masyarakat agar ikut andil meredam adanya indikasi konflik kesukuan tersebut.

Baca juga: Motif Pembakar Truk Muatan Tembakau Jawa, Rugi Berdagang Bikin Emosi Memuncak saat Dengar Info

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Pamekasan dan Berita Madura di GoogleNews TribunMadura.com


"Kalau upaya Polres Pamekasan sudah komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, bahkan dengan rekan media," kata AKP Eka Purnama, Senin (26/9/2022).


Menurut dia, peran media juga sangat besar untuk ikut andil mengkounter adanya berita dan isu miring berkaitan dengan dibakarnya sebuah Truk pengangkut tembakau Jawa tersebut di Pamekasan.


Ia memastikan, peristiwa itu akibat adanya peraturan daerah tentang tata niaga tembakau di Pamekasan yang melarang adanya tembakau Jawa masuk ke Pamekasan.


Sehingga efek yang ditimbulkan adanya dampak spontanitas masyarakat petani yang merasa khawatir akan merusak harga bila ada tembakau Jawa masuk ke Madura atau ke Pamekasan.


"Ada suatu kekhawatiran merusak kualitas tembakau Madura kemudian jangan sampai nanti membuat harga tembakau di Madura ini anjlok karena banyaknya tembakau dari luar yang masuk sehingga masyarakat merasa khawatir lalu melakukan penghadangan hingga berujung membakar. Murni tidak ada kaitannya unsur sara dan sebagainya," tegasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved