Berita Madura

Cukup Pakai Aplikasi, Warga Kini Bisa Ikut Audit Penggunaan Dana Desa di Desa Alang-alang, Bangkalan

Menerapkan aplikasi Open Data, Desa Alang-alang kini menjadi satu-satunya desa di Bangkalan bahkan di Jawa Timur memberikan keleluasaan masyarakat

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Tampilan aplikasi Open Data Desa Alang-alang, Bangkalan yang juga menyajikan pilihan Bahasa Madura sebagai upaya mengenalkan Budaya Madura 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pola hubungan searah antara pemerintah desa dengan masyarakat, terutama terkait penggunaan dana desa masih jamak terjadi saat ini. Namun perlahan, harapan masyarakat akan terciptanya hubungan dua arah yang transparan dan interaktif mulai terwujud. Khususnya di Desa Alang-alang, Kecamatan Tragah yang mulai menerapkan konsep aplikasi Open Data.

Perencanaan, kepemimpinan, dan kontrol terarah memang merupakan sistem penunjang keberhasilan untuk mencapai tujuan.

Namun satu hal yang tidak boleh terlupakan, yakni budaya kerja transparan. Itulah yang selalu digaungkan Fahrur Rozi (32), semenjak dirinya dilantik sebagai Kepala Desa Alang-alang di tahun 2018.

Menerapkan aplikasi Open Data, Desa Alang-alang kini menjadi satu-satunya desa di Bangkalan bahkan di Jawa Timur yang memberikan keleluasaan masyarakat luas untuk mengakses, mengevaluasi, hingga melakukan audit terhadap kinerja Pemerintahan Desa Alang-alang.

Baca juga: Jelang Pilkades Serentak, Mobil Dinas Kapolres Bangkalan Bagikan Paketan Beras untuk Warga Miskin

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

“Silahkan akses Open Data Desa Alang-alang, di https://alang-alang.id. Kami ingin mempertanggung jawabkan kinerja dan penggunaan anggaran kepada publik. Sebagai tanggung jawab kami terkait pelaksanaan program dan anggaran kepada masyarakat luas,” ungkap Fahrur Rozi ketika dihubungi Surya melalui sambungan selulernya, Selasa (27/9/2022).

Bersama beberapa perangkat Desa Alang-alang, Rozi saat ini tengah mengikuti Forum Group Discussion (FGD) terkait Evaluasi dan Entry Data Aplikasi Open Data Desa Alang-alang bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Hotel Dafam, Surabaya, 26-29 September 2022.

Ia menjelaskan, penerapan Open Data tersebut merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kemendikbud ristek), UTM, dan Pemerintah Desa Alang-alang, Kecamatan Tragah di tahun 2022.

“Masyarakat tidak hanya bisa mengakses tetapi juga bisa mendownload data-data yang ada di aplikasi Open Data Desa Alang-alang. Semisal tentang APBDes, kegiatan desa, hingga pertanggung jawaban atas kinerja kami. Ada juga beberapa kategori yang bisa dikunjungi seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, agama, dan pemerintahan,” jelasnya.

Transparansi penggunaan anggaran desa dan pemberdayaan masyarakat memang menjadi kebijakan Rozi diawal dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Alang-alang. Penyaluran beragam bantuan hingga proses penyerahan pupuk bersubsidi di awal November 2020, ia posting di media sosial facebook dengan akun Desa Alang-alang.

Bahkan, kekuatan Dana Desa (DD) Alang-alang senilai Rp 1.040.000.000 atau Rp 1,04 miliar di tahun 2019, sebanyak 40 persen di antaranya diploting untuk program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sedangkan 40 persen lainnya untuk infrastruktur desa dan sisanya di angka 20 persen untuk pemerintahan desa.

Rozi memaparkan, tahun ini  postur Dana Desa Alang-alang pagunya lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 990 juta. Dari sebesar itu, Pemerintah Desa Alang-alang mengelola senilai 27 persen dan 15 persen diantaranya atau sebesar Rp 150 juta dialokasikan untuk bidang pendidikan dan beberapa persen dianggarkan untuk penanganan kepentingan stunting. 

“Open Data Desa Alang-alang sudah resmi dan bisa menjadi referensi sebagai kajian ilmiah para dosen ataupun mahasiswa. Aplikasi ini merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik yang biasanya dipakai kementerian, pemerintah provinsi, dan kabupaten. Untuk desa di Jatim, saya cek belum ada. Namun ada sebuah desa di Wonosobo yang dibuatkan kominfo,” pungkasnya.

Kerjasama antar Pemerintah Desa Alang-alang dan UTM bukan kali ini saja. Pada 20 November 2019, Pemerintah Desa Alang-alang menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama UTM terkait Beasiswa Strata 1 sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Desa Alang-alang. Itu dilakukan untuk memastikan memastikan agar semua anak di desa yang terletak di kawasan akses Jembatan Suramadu itu berkesempatan mempunyai hak yang sama dalam mengenyam pendidikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved