Berita Lamongan

Diduga Dendam Lama, Mantan Kades Hajar Kades yang Pantau Proyek, Bogem Mentah Mendarat ke Korban

Ia di laporkan lantaran melakukan penganiayaan terhadap hingga bagian mulut seorang Kades mengalami luka akibat bogem mentah tersangka.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Aqwamit Torik
pxfuel.com
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Aniaya kades, mantan Kades Dibee Kecamatan Kalitengah Lamongan, Supartin (57) kini harus berurusan dengan hukum.


Bahkan, Supartin telah dijebloskan ke dalam sel tahanan setelah dipastikan telah melakukan penganiayaan terhadap  Kades Dibee, Endi Ali (53).


"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan, " kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Rabu (28/9/2022) malam.


Ia di laporkan lantaran melakukan penganiayaan terhadap hingga bagian mulut Endi mengalami luka akibat bogem mentah tersangka.

Baca juga: Jeritan Nelayan di Malang, Harga BBM Naik Ditambah Kesulitan Cari Pertalite, Upaya Tak Sebanding

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Pemukulan itu terjadi pada Sabtu (24/9/2022) di Lapangan voly milik Desa Dibee tepatnya di belakang Puskesmas Desa Dibee Kecamayan  Kalitengah.


Kejadian itu berawal korban sedang mengawasi proyek pengurukan sawah di belakang Puskesmas yang hendak dijadikan lapangan bola voli permanen. 


Beberapa saat kemudian Endi dihampiri terlapor dan menanyakan sawah milik desa tersebut.  Kades Dibee  Endi Ali)  mengatakan bahwa sawah diuruk dan rencana diplester  untuk  lapangan bola voli untuk olahraga para pemuda desa.


Mendengar jawaban tersebut,  pelaku  yang juga mantan kades ini naik pitam dan langsung melayangkan pukulan dengan menggunakan tangan kanan kosong dan mengenai bibir atas korban.


Karena kerasnya pukulan, mengakibatkan bibir korban berdarah mengucurkan darah segar dan mengakibatkan gigi depannya juga goyah.


Korban berlari menuju Polsek Kalitengah untuk meminta perlindungan dan melaporkan kejadian tersebut. 


Menurut Anton,  perkaranya ditangani penyidik Polres Lamongan.  Penyidik telah memintai keterangan sejumlah saksi dan korban.


Seorang saski, Farid (30) d  yakni Suliyandoko (35)  operator backhoe  melihat kejadian tersebut.
Tersangka  terbukti melakukan penganiayaan terhadap Kepala Desa Dibee, Endi Ali.

 

Amarah Supartin diduga masih terkait dendam lama yang membawa tersangka sampai masuk hotel prodeo.(Hanif Manshuri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved