Berita Madur

Pemkab Bangkalan Gandeng IPRO, Demi Wujudkan Pengelolaan Sampah Bak di Jimbaran Bali

Hal itu mengacu kepada peristiwa pahit pada akhir Februari 2020. Satu-satunya TPA yang kini disulap TPST-Samtaku itu sempat ditutup warga setempat.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir Sinta Saptarina Soemiarno (kiri) dan Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM menandatangani kerjasama terkait Operasional Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu-Sampahku Tanggung Jawabku (TPST-Samtaku) di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Angin segar berhembus lirih di kawasan eks tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, Desa Buluh, Kecamatan Socah, Rabu (28/9/2022). Itu setelah Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM menandatangani kerjasama terkait Operasional Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu-Sampahku Tanggung Jawabku (TPST-Samtaku).

Bersama pihak Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO), PT Reciki Solusi Indonesia, dan BPR Bank UMKM, Pemkab Bangkalan berharap pengelolaan sampah di TPST-Samtaku Desa Buluh bisa mendukung sirkulasi sampah Indonesia, seperti halnya di Jimbaran, Badung, Bali.

“Karena ini benar-benar, kami melihat secara prospektif akan berbeda dengan tempat-tempat TPA yang lain. Karena di sini nantinya sudah dikelola secara terpadu, ke depan tentu menghasilkan tidak hanya produk sampah yang telah didaur ulang dengan baik tetapi bermanfaat kepada masyarakat secara luas,” ungkap Mohni.  

Kehadiran ketiga stakeholder itu ibarat sebuah oase di tengah padang pasir bagi Pemkab Bangkalan. Hal itu mengacu kepada peristiwa pahit pada akhir Februari 2020. Satu-satunya TPA yang kini disulap TPST-Samtaku itu sempat ditutup warga setempat.

Baca juga: Emak-emak di Bangkalan Labrak Acara Perjanjian Operasional TPST antara Pemkab dan Kementerian LHK

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Upaya pendekatan kepada warga terus dilakukan namun tidak kunjung menemukan titik terang. Akhirnya, Pemkab Bangkalan menemukan lahan TPA baru di Desa Bunajih, Kecamatan Tragah dengan kesepakatan sewa senilai Rp 400 juta per tahun.

“Tetapi karena masyarakat ketika itu mungkin, ini juga bagi kami merupakan kekurang hati-hatian dalam mengelola perasaan masyarakat. Sehingga perasaan masyarakat memuncak dan menutup TPA ini,” jelasnya.

Tetapi hari ini, lanjutnya, Pemkab Bangkalan yakin sepenuhnya dengan kehadiran IPRO, PT Reciki, dan BPR Bank UMKM melalui Penandatanganan Kerjasama terkait Operasional TPST-Samtaku.

“Ke depan kami yakin tempat ini akan sangat memberikan arti kepada masyarakat sekitar khususnya dan juga kepada Kabupaten Bangkalan secara umum. Ada beberapa tempat yang kami jadikan referensi dan kami sangat berkeinginan mempunyai tempat pengelolaan sampah seperti itu, salah satunya di Jimbaran, Bali,” paparnya.

Permasalahan sampah di Kabupaten Bangkalan ibarat bola salju, terus membesar dan menimbun. Belum terintegrasinya sektor hulu dan hilir hingga belum harmonisnya aspek teknis dan finansial mewarnai permasalahan sampah di Kabupaten Bangkalan yang produksinya telah mencapai 60 ton per hari.

 

Dengan diresmikannya TPST-Samtaku yang mengusung konsep 3R, akan memaksimalkan penggunaan kembali sampah yang masih bisa dimanfaatkan (Reuse), mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah (Reduce), dan mengolah kembali atau mendaur ulang sampah menjadi barang atau produk bernilai ekonomis (Recycle).

“Kami sampaikan terima kasih kepada IPRO, BPR UMKM Jatim, dan PT Reciki karena sudah membantu pemkab Bangkalan dalam rangka mencari solusi penanganan sampah ini. Sehingga pengurangan sampah di Bangkalan bisa terwujud,” pungkasnya.

 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved