PSG

Presiden PSG Geram, Akan Laporkan Kebijakan Barcelona ke UEFA, Sebab Jual Aset Buat Beli Pemain

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi, mengatakan bahwa kebijakan Barcelona ini akan dilaporkan ke UEFA.

Editor: Samsul Arifin
AFP
Pelatih Prancis Christophe Galtier (kiri) dan Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi (kanan) memegang jersey saat mereka berpose di akhir konferensi pers setelah Galtier ditunjuk sebagai pelatih kepala klub sepak bola L1 Prancis Paris Saint-Germain (PSG), di stadion Parc des Princes di Paris pada 5 Juli 2022. (BERTRAND GUAY / AFP) 

TRIBUNMADURA.COM - Presiden PSG Geram, Akan Laporkan Kebijakan Barcelona ke UEFA, Sebab Jual Aset Buat Beli Pemain

PSG sindir Barcelona atas penjualan aset untuk belanja pemain dan menambak hutang.

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi, mengatakan bahwa kebijakan Barcelona ini akan dilaporkan ke UEFA.

Sangking berangnya terhadap tindakan Barca, Nasser meminta pihak UEFA untuk melakukan penyelidikan terhadap keabsahan dan legalitas dari cara yang ditembuh Blaugrana.

"Apakah ini adil? Tidak, itu tidak adil. Apakah itu sah? Saya tidak yakin mengenai itu," ungkapnya dalam sebuah wawancara bersama Politico.

"Ini menjadi hal yang tak baik jika di tiru oleh banyak klub. UEFA Memiliki aturan tersendiri soal finansialnya. Saya menyarankan agar UEFA segera melakukan penyelidikan," imbuh Presiden PSG.

"Tingkat utang yang berbahaya dan kesepakatan ekuitas magis bukanlah jalan yang berkelanjutan," sambung Nasser.

Meski dibilang menyalahi aturan, Barcelona nyatanya tak termasuk dalam 8 klub yang melanggar regulasi Financial Fair Play (FFP) yang dirilis UEFA pada awal September ini.

PSG justru menjadi salah satu tim yang melanggar FFP.

Baca juga: Tawaran Opsi PSG Ditolak Lionel Messi, Barcelona Bakal Sumringah Jika Rumor Terwujud,

Geliat Barcelona dalam mendatangkan banyak pemain pada bursa transfer musim panas lalu mengundang perhatian.

Bagaimana tidak, di tengah timbunan utang menggunung, Barcelona sanggup merekrut pemain-pemain kelas wahid seperti Robert Lewandowski, Andreas Christensen hingga Raphinha.

Bukan menjadi rahasia lagi jika finansial Barcelona menjadi masalah utama.

Terhitung sejak era kepemimpinan Jose Maria Bartomeu sebagai presiden klub saat itu, utang raksasa catalan itu sangatlah besar.

Informasi lengkap dan menarik PSG lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved