Berita Lumajang

Jeritan Pengusaha Pertashop, Kian Merugi Pasca Kenaikan Harga BBM: Pening Saya Tiap Bulan

Peralihan konsumen ini membuat banyak usaha Pertashop di Kabupaten Lumajang kelimpungan. Pembeli di Pertashop sepi.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Tony Hermawan
Gerai Pertashop yang menjual Pertamax, kini kian sepi usai kenaikan harga BBM 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Kenaikan harga BBM membuat budget untuk kebutuhan transportasi menjadi membengkak.

Masyarakat sekarang lebih menghemat biaya pengeluaran untuk membeli BBM.

Kini banyak konsumen Pertamax melakukan migrasi ke Pertalite.

Peralihan konsumen ini membuat banyak usaha Pertashop di Kabupaten Lumajang kelimpungan. Pembeli di Pertashop sepi.

Baca juga: Jeritan Nelayan di Malang, Harga BBM Naik Ditambah Kesulitan Cari Pertalite, Upaya Tak Sebanding

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Sebab, outlet franschise Pertamina yang dibangun untuk mendistribusikan bahan bakar minyak ke pelosok desa itu hanya menyediakan BBM Pertamax.

Mahendra salah seorang pengusaha Pertashop di Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang mengatakan, sejak kenaikan BBM pertama tanggal 1 April 2022, omzet dagangannya turun drastis.

Sebelum naik, ia bisa menjual 700-1.000 liter perhari. Namun, sekarang ia hanya mampu menjual 100 liter perhari.

"Setelah kenaikan 1 April lalu, omzet saya anjlok drastis. Jadi banyak konsumen yang lebih memilih BBM langsung ke SPBU untuk Pertalite," kata Mahendra.

Turunnya peminat Pertamax membuat nasib usahanya diambang batas kolaps.

Penjualan turun, tapi setiap bulan dia harus membayar biaya operasional listrik maupun gaji karyawan.

Belum lagi, dia juga masih terdaftar sebagai debitur karena dulunya membangun usaha dengan meminjam modal ke bank.

"Kalau gini terus, pening saya tiap bulan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pertashop Lumajang Roni Santoso mengatakan, jumlah Pertashop di Kota Pisang ada sebanyak 35 outlet.

Harga Pertamax terbaru membuat semua pengusaha Pertashop selalu nombok.

Karena idealnya, untuk bisa modal dalam sehari Pertashop minimal harus bisa menjual 400 liter.

"Harapan kami dengan turunnya harga minyak dunia, kalau bisa BBM turun lagi. Di Makassar sudah banyak yang tutup, ini di Lumajang sudah 75 persen hampir tutup juga," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved