Berita Madura

Pecandu Sabu Dicurangi saat Transaksi Narkoba, Praktik ‘Cubit’ Diungkap Polres Bangkalan

RH pun lantas menghubungi pria lain berinisial JK, ditetapkan sebagai DPO, sebagai penjual sabu untuk memesan sabu seberat 10 gram.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Penyidik Satuan Narkoba Polres Bangkalan tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua pria tersangka peredaran sabu berinisial RH (25), warga Desa/Kecamatan Kamal dan EA (36), warga Desa Bunajih, Kecamatan Tragah, Sabtu (1/10/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Praktik penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu di Kabupaten Bangkalan bukan semata urusan transaksi jual-beli antara bandar, pengecer, dan pembeli.

Namun praktik culas seperti mengurangi berat timbangan atau dikenal dengan sebutan ‘cubit’ juga terjadi antar pecandu.

Hal itu terungkap dari hasil ungkap kasus Sat Narkoba Polres Bangkalan terkait penyalahgunaan narkoba di Dusun Barat Leke, Desa/Kecamatan Kamal dengan barang bukti sabu dengan berat kotor sekitar 7,14 gram.

“Pesanan sabu awalnya seberat 10 gram namun diambil sekitar 2 gram oleh tersangka lain untuk mencari keuntungan. Sehingga barang bukti sabu yang kami sita tersisa sekitar 7,14 gram,” ungkap Plh Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Risna Wijayati kepada Surya, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Kronologi Penangkapan Dua Tersangka Asal Kota Sampang Karena Kasus Narkoba di Sumenep

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Ungkap kasus tersebut terjadi ketika Sat Narkoba Polres Bangkalan menangkap dua pria berinisial RH (25), warga Desa/Kecamatan Kamal dan EA (36), warga Desa Bunajih, Kecamatan Tragah, Kamis (22/9/2022).

 

Di sebuah rumah di Desa/kecamatan Kamal, keduanya kedapatan tengah melakukan transaksi. Selain sabu seberat 7 gram, polisi juga menyita barang bukti lain berupa seperangkat alat isap sabu dan satu unit ponsel.

 

Risna mengungkapkan, tersangka RH awalnya mendapat pesanan sabu dari pria berinisial SR yang kini ditetapkan sebagai DPO.

 RH pun lantas menghubungi pria lain berinisial JK, ditetapkan sebagai DPO, sebagai penjual sabu untuk memesan sabu seberat 10 gram.

 

“DPO SR ternyata ‘mencubit’ sabu seberat 2 gram. Tindakan mencari keuntungan itu tentu saja diketahui oleh tersangka RH. Peran tersangka EA adalah turut membantu transaksi sabu. Keduanya saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di polres,” jelas Risna.

 

Ia menambahkan, penangkapan kedua tersangka yang dilakukan pada pukul 22.00 WIB itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat.

Disebutkan, rumah tersebut kerap dijadikan ajang transaksi bahkan pesta narkoba jenis sabu.

 

“Keduanya dijerat Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” tegas Risna mengakhiri. (edo/ahmad faisol)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved