Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Bakal Investigasi dan Dalami Penembakan Gas Air Mata, Diduga Jadi Pemicu Tragedi Kanjuruhan

Polri akan mendalami dugaan kesalahan prosedur pembubaran massa kerusuhan Tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ipunk Purwanto
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pasca Arema FC Vs Persebaya dalam laga lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi ini menewaskan ratusan orang, diduga dipicu gas air mata 


Dalam prosesnya itu, aparat melakukan upaya-upaya pencegahan, sampai dilakukan gas air mata.


"(karena) sudah mulai menyerang petugas, dan sudah merusak mobil. Dan akhirnya terkena gas air mata mereka pergi keluar ke satu pintu. Yaitu pintu keluar 18," ungkapnya. 


"Kemudian terjadi penumpukan. Di dalam proses penumpukan itulah, terjadi sesak napas kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim gabungan ini, dilakukan pertolongan yang ada di stadion, dan dilakukan evakuasi ke beberapa RS," tambahnya. 


Menurutnya, tidak semua massa suporter di dalam stadion tersebut melakukan aksi anarkis. Dari sekitar 40 ribu orang massa, hanya sekitar tiga ribu orang diantaranya, yang melakukan perbuatan tersebut. 


Nico juga berjanji pihaknya akan menindaklanjuti kondisi insiden tersebut, agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali. 


"Jadi ada beberapa hal yang ingin disampaikan, kalau memang semua mematuhi aturan kami juga akan melaksanakan dengan baik. Tapi ada sebab akibatnya kami akan tindak lanjuti, sekali lagi kami belasungkawa. Dan kami akan melakukan langkah-langkah ke depan dengan stakeholder terkait supaya ini tidak terjadi lagi," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved