Tragedi Kanjuruhan

Madura United Bersatu Sepakat Hentikan Pertandingan, Sampai Investigasi Tragedi Kanjuruhan Tuntas

Kali ini, klub sepak bola Madura United (MU) turut merasakan kesedihan dan duka mendalam atas Tragedi Kanjuruhan

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Dirut PT PBMB, Zia Ulhaq, Chairman LOC MU, Mohammad Alwi, Security Officer, Sapto Wahyono, turut berbela sungkawa, atas tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Tragedi sepak bola di pertandingan Arema Malang melawan Persebaya, Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menyebabkan ratusan suporter meninggal dunia, mendapat impati dan penyeselan dari berbagai pihak.

Terutama dari kalangan klub sepak bola.

Kali ini, klub sepak bola Madura United (MU) turut merasakan kesedihan dan duka mendalam atas tragedi yang memilukan itu.

Manajemen Madura United berharap kejadian yang menimbulkan banyak korban di dunia sepak bola, cukup berhenti di sini.

Baca juga: Ungkap Pesan Presiden Pasca Tragedi Kanjuruhan, Menpora Bakal Evaluasi Total Sepak Bola dan PSSI

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ulhag, dalam jumpa pres di kantor Madura United, Jl Raya Panglegur, Pamekasan, Minggu (2/10/2022) malam mengatakan, pihaknya ikut berbela sungkawa atas tragedi yang merengut ratusan jiwa supoter

 

“Peristiwa itu sangat kami sesalkan. Apapun kejadiannya, kami sepakat hentikan terlebih dulu semua pertandingan sepak bola ini, hingga investigasi tuntas dan terang benderang. Apalagi Bapak Presiden Jokowi sudah memerintahkan, melakukan evaluasi dan investigasi,” ujar Zia Ulhaq.

Menurut Zia Ulhhaq, dalam hal keamanan dan kenyamanan di sepak bola, ini sudah didengungkan Presiden Klub Madura United Ahsanul Qosasih, sejak 2017. Berkomitmen menyatakan jangan sampai ada sepak bola di Madura rusuh. Apalagi terdapat korban jiwa. Karena tidak akan segan untuk menghentikan sepak bola ini. Karena itu, diharapkan menjadi komitmen bersama bagi seluruh pihak yang terlibat di sepak bola, termasuk pemangku kebijakan di dunia sepak bola.

                                                      

Diuraikan, sejatinya sepak bola merupakan suatu tontonan yang menarik dan indah. Tidak hanya anak-anak muda, melainkan juga ayah bersama anaknya. Suami besama istrinya rela datang ke stadion, hanya semata-mata ingin menyaksikan penampilan bintangnya pujaannya, berlaga di lapangan.

Dan di sepak bola terdapat nilai yang harus dijunjung tinggi bersama. Bukan hanya nilai persaudaraan, melainkan juga kemanusiaan.

 

“Kami berharap ke depan, tidak ada lagi kejadian seperti tragedi Kanjuruhan Malang. Termasuk di manapun, khususnya di tempat yang kita cintai bersama. Sebab, apapun yang dijadikan alasan timbulnya kerusuhan itu, lebih berharga kemanusiaan dari pada hiburan,” papar Zia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved