Tragedi Kanjuruhan

Suasana Mencekam di Dalam Mobil Barakuda saat Tragedi Kanjuruhan, Pemain Persebaya Ungkap Kisah

Situasi saat terjadinya Tragedi Kanjuruhan dimana tim Persebaya sempat tertahan selama beberapa jam di area Stadion Kanjuruhan di dalam mobil Barakuda

Penulis: Khairul Amin | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ipunk Purwanto
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pasca Arema FC Vs Persebaya dalam laga lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi ini menewaskan ratusan orang 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Suasana mencekam Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu dirasakan oleh pemain Persebaya saat menaiki mobil Barakuda.

Tragedi yang terjadi usai laga Arema FC Vs Persebaya di Liga 1 2022 itu memunculkan banyak ironi.

Sepak bola tanah air sedang berduka akibat insiden kerusuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya yang sudah merenggut 174 korban jiwa berdasarkan data siang tadi yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) kemarin malam itu, kerusuhan terjadi akibat luapan kekecewaan suporter Arema FC atas kekalahan timnya.

Usai peluit panjang, suporter Arema FC merangsek masuk ke tengah lapangan mengejar dua tim untuk meluapkan kekecewaan.

Baca juga: Presiden K-Conk Mania Desak Kapolda Jatim dan Kapolres Malang Mundur Usai Tragedi Kanjuruhan

Informasi lengkap dan menarik lainnya Tragedi Kanjuruhan di GoogleNews TribunMadura.com

Akibat massa yang tidak terkendali, petugas keamanan melepaskan gas air mata.

Ungkapan duka disampaikan oleh salah satu pemain Persebaya, Arief Catur ketika dikonfirmasi, ia cukup menyayangkan kejadian tersebut.

"Sangat di sayangkan. Banyak yang meninggal dunia. Sedih lihatnya,” Ungkap Arief Catur, Minggu (2/10/2022).

Pemain jebolan Tim PON Jatim itu sedikit menceritakan situasi saat terjadinya kerusuhan dimana tim Persebaya sempat tertahan selama beberapa jam di area Stadion Kanjuruhan di dalam mobil Barakuda akibat akses jalan pintu keluar stadion ditutup massa.

“Selesai pertandingan kami dikasih waktu lima menit masuk ruang ganti, terus masuk Barakuda tapi dihadang Aremania. Satu jam lebih gak bisa jalan,” ceritanya.

Sempat tertahan, akhirnya 4 kendaraan Barakuda yang dikendarai tim Persebaya masuk area Surabaya pukul 02.00 Wib dini hari dengan pengawalan ketat pihak kepolisian selama perjalanan.

"Sampai Marina jam tiga-an, menjelang subuh," ucapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi yang terakhir di sepak bola tanah air karena nyawa tidak sebanding dengan sepak bola dan apapun.

“Semoga ke depannya tidak terulang lagi hal yang sama, jadikan ini yang terakhir, karena nyawa dan kemanusiaan di atas segalanya," pungkas Arief Catur. (amn).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved