Tragedi Kanjuruhan

Aremania Selama 7 hari 7 Malan Gelar Doa Bersama Sambil Kumpulkan Data dan Fakta Tragedi Kanjuruhan

Aremania menganggap, selama ini terjadi kesimpangsiuran data, terkait jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Rifky Edgar
Aremania saat melakukan diskusi sebelum menggelar doa bersama untuk para korban atas insiden di Kanjuruhan, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Tragedi pasca pertandingan Arema vs Persebaya yang menimbulkan banyak korban jiwa membuat Aremania kini mulai mengumpulkan data dan fakta di lapangan.


Data dan fakta inilah, yang nantinya akan dijadikan bukti nyata untuk pengambilan sikap Aremania.


Mereka menganggap, selama ini terjadi kesimpangsiuran data, terkait jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.


Hal ini menjadi sesuatu yang disesalkan oleh Aremania, mengingat, banyak Aremania yang meninggal dunia pasca insiden tersebut.


"Saat ini kami masih mengumpulkan data dan fakta yang ada. Itu sudah kami sampaikan kepada teman-teman Aremania yang lain," ucap Danang Indarto, Aremania Tembalangan.


Pria yang juga pentolan dari Komunitas Curva Sud Arema (CSA) ini mengatakan, untuk pengumpulan data, pihaknya meminta bantuan dari rekan-rekan sesama Aremania.


Aremania idiminta untuk mendata, tetangga, teman, atau saudara yang diketahui telah meninggal dunia atas insiden Sabtu malam di Stadion Kanjuruhan.


"Semoga secepatnya data-data ini bisa terkumpul. Karena saat ini saja data simpang siur. Kemarin di media mencapai 180, tiba-tiba data terbaru 125. Ini yang benar yang mana," ujarnya.


Data dan fakta inilah yang nantinya akan dijadikan bukti-bukti Aremania sebelum mengambil sikap ke depan.

Baca juga: UPDATE Kondisi Terkini Aremania yang Dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar, 7 Orang Kondisi Berat

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Sementara sikap dari Aremania saat ini ialah rutin melakukan doa bersama selama tujuh hari pasca insiden.


"Alasan kami saat ini tidak turun ke jalan karena memang kami sedang berduka. Selama tujuh hari, kami gelar doa bersama, sembari kami mengumpulkan data-data yang ada,"


"Misalkan nanti turun ke jalan hanya orasi, tapi gak ada tuntutan ya percuma. Makannya kami kumpulkan dulu data dan fakta riil di lapangan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved