Berita Sampang

Gara-gara Ditinggal Ibu Cari Mangga dan Bikin Rujak, Bocah di Sampang Tewas Mengenaskan

Gara-gara ditinggal ibu cari mangga dan bikin rujak, bocah di Sampang tewas mengenaskan dan bikin geger warga

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Mujib Anwar
Freepik.com
Ilustrasi - Gara-gara ditinggal ibu cari mangga dan bikin rujak, bocah di Sampang tewas mengenaskan dan bikin geger warga. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Gara-gara ditinggal oleh ibunya mencari mangga dan bikin rujak bersama teman-temannya, seorang bocah di Sampang tewas mengenaskan.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi Desa Baruh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (4/10/2022) sekitar 11.30 WIB dan langsung membuat geger warga sekitar.

Korban adalah bocah berusia 3 tahun, putra pasangan Faris dan Nur Azisah.

Dia tewas secara tragis setelah tenggelam di sungai berlokasi di Desa Baruh, yang ada di sekitar rumahnya.

Insiden tersebut bermula saat ibu korban tengah mengambil mangga di halaman depan rumahnya untuk rujakan.

Sedangkan korban tengah bermain bersama dua teman seusianya, namun tanpa sepengetahuan orang tua, ketiganya menuju ke sungai untuk bermain.

Baca juga: Ibu RT Tewas Ditabrak Mobil dari Arah Belakang di Jalan Raya Pacet, Terpental dari Sepeda Motor

Selesai berbuat rujak, ibu korban memanggil korban namun tak kunjung ada respon dari anaknya.

Sehingga, Nur Azisah mencoba mencari korban hingga ke sungai berlokasi di belakang rumah, ternyata ditemukan sandal korban terapung di sungai.

Seseorang yang pada saat itu ikut mnecari seketika menceburkan diri untuk menolong korban tapi nahas nyawa korban tak tertolong.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Dua Tersangka Asal Kota Sampang Karena Kasus Narkoba di Sumenep

Pj Kepala Desa Baruh, Kecamatan sampang, Haris Budi Santoso tidak mengetahui secara detail penyebab korban bisa tenggelam.

Namun ia mengira ketiganya bergurau di bibir sungai hingga akhirnya korban tercebur ke sungai.

"Untuk sungainya sendiri kedalaman 1,5 meter, berhubung masih berusia 3 tahun ya tidak bisa berenang," katanya.

Sementara, Kepala Puskesmas Kamoning, dr Hurin menyampaikan jika pasca kejadian tenggelamnya bocah berusia 3 tahun itu, dirinya bersama staf Puskesmas kebetulan berada di Desa Baruh karena ada kegiatan.

Sehingga, pihaknya sempat melakukan pertolongan pertama terhadap korban dengan cara pemacu detak jantung tapi sayangnya nyawa korban tidak tertolong.

"Saat itu korban kondisinya sudah dalam keadaan meninggal," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved