Berita Madura

Takmir Masjid Jamik Sumenep Tolak Permohonan Tempat Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke - 753

Surat permohonan tempat Hari Jadi Sumenep ke-753 itu sesuai nomor 431/1504/435.107.3/2022 tanggal 28 September 2022.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Surat penolakan Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep atas permohonan tempat rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 753. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husin Satriawan menolak surat yang dilayangkan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep terkait permohonan tempat memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-753.

Surat permohonan tempat Hari Jadi Sumenep ke-753 itu sesuai nomor 431/1504/435.107.3/2022 tanggal 28 September 2022.

Namun surat yang telah ditandatangani oleh Kepala Disbudporapar Mohamad Iksan itu langsung direspon dengan ditolak sesuai surat nomor Nomor: 48/IX/TMJS/2022 yang ditandatangani  Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep Husen Satriawan pada tanggal 29 September 2022.

Dalam surat penolakan itu disampaikan beberapa alasan mengenai penolakan tesebut, di antaranya;

1. Tahun 2018 pada saat Festival Musik Tong Tong yang berakibat massa/penonton membludak masuk ke masjid.

2. Kotak Infaq Masjid Hilang.

Atas dasar itulah, atas nama Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep Husin Satriawan menolak surat permohona tempat di depan Masjid Jamik Sumenep untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753 tahun 2022.

"Perlu ditegaskan, saya bukan menolak hari jadinya. Tapi kegiatannya itu penonton membludak masuk ke Masjid semua bikin kotor yang mengganggu jemaah yang mau melaksanakan sholat. Seperti kejadian di Tahun 2014 saat itu saya tidak ingin terjadi lagi," tegas Husen Satriawan pada TribunMadura.com, Selasa (5/10/2022).

Bahkan kata Purn Kopassus ini menyebutkan dan membenarkan bahwa  pada tahun 2018 lalu saat Festival Musik Tong - Tong yang berakibat massa atau penonton membludak masuk ke masjid mengakibatkan kotak Infaq Masjid Hilang.

"Waktu festival tong-tong 2018 lalu itu semua penonton masuk ke Masjid dan ternyata kotak infaq hilang, saya tegaskan menolak karena tidak mau kejadian itu terulang," terangnya.

Baca juga: Dinkes P2KB Sumenep Fokuskan DBHCHT Untuk Pelayanan Kesehatan Melalui KIS

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sumenep hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Sebagai ketua takmir yang memiliki kebijakan penuh, pihaknya mengaku tidak pernah diajak rembuk sebelumnya soal rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 753 tersebut.

"Ingat, jika itu tetap dilakukan di depan Masjid Jamik kita lihat nanti apa yang terjadi," pesannya.

Terpisah, Kepala Disbudporapar Sumenep  Mohamad Iksan saat mau di konfirmasi ke kantornya belum bisa memberikan keterangan dan tidak ada di ruang kerjanya.

"Pak Kadis sedang keluar, tidak tau mau kemana," terang seorang perempuan salah satu penjaga layanan depan kantor Disporapar Sumenep pukul 13.30 WIB.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved