Berita Tuban

Ngeri, Pengedar Sabu di Tuban Fasilitasi Pembeli untuk Nyabu di Rumah Pribadinya, Kini Diamankan

Bagaimana tidak, terduga pengedar sabu itu memfasilitasi pembeli untuk nyabu di rumahnya, yang berada di Desa/Kecamatan Plumpang

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/M Sudarsono
Polres Tuban saat ungkap kasus pelaku kriminal dan penyalahgunaan narkotika, miris di Tuban ada pengedar sabu layani pembeli dengan fasilitasi di rumahnya 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Tak hanya sekadar menjual, namun apa yang dilakukan David Anamas Yanuardi Setiyawan bikin geleng-geleng. 


Bagaimana tidak, terduga pengedar sabu itu memfasilitasi pembeli untuk nyabu di rumahnya, yang berada di Desa/Kecamatan Plumpang. 


Satres narkoba yang mengendus ulahnya, kemudian mencokok David disertai alat bukti di kediamannya, Senin (26/9/2022), pagi. 


"Benar, pelaku memfasilitasi pembeli nyabu di rumahnya. Tapi terkadang juga ketemu di luar," kata Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya kepada wartawan, Kamis (6/10/2022). 


Rahman menjelaskan, dari penggerebekan yang dilakukan petugas, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. 


Di antaranya, tiga poket sabu seberat 3,28 gram, dua pipet kaca yang berisikan sisa sabu dengan 2,76 gram, dua buah skrop terbuat dari plastik warna hitam, timbangan digital, rangkaian alat hisap atau bong.


Lalu ada dua korek api gas, satu bendel plastik klip, satu buah kotak jamu warna biru, dua gunting, HP merk Samsung A53 warna biru.


"Saat penangkapan kita juga mengamankan beberapa barang bukti. Selain menjual, pelaku ini juga memakai," terang mantan Kapolres Sumenep itu. 


Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tuban, Iptu Teguh Triyo Handoko, menyatakan berdasarkan keterangan yang didapat dari pelaku, barang haram tersebut didapat dari temannya yang bertempat di Gresik. 

Baca juga: 3 Kuli Tersambar Petir saat Membongkar Rumah Kuno di Tuban, 2 Meninggal Dunia 1 Kritis

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Sabu dibeli seharga Rp 1,2 juta per gramnya, kini penyuplai sabu atau teman dari pelaku tersebut dalam penyelidikan tim Satres Narkoba. 


"Kasus sedang kita kembangkan, pelaku dijerat UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun," pungkasnya.(nok) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved