Berita Madura

Residivis di Bangkalan Tak Kapok, Kini Lakukan Penipuan, Pura-pura Test Drive Motor Dibawa Kabur

tidak hanya korban yang cemas menunggu motornya kembali namun juga seorang teman tersangka juga dibuat bingung

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Penyidik Satreskrim Polres Bangkalan memeriksa tersangka FA (32), warga Kecamatan Kwanyar atas kasus penipuan. FA ditangkap di dalam kamar sebuah hotel di Surabaya, Rabu (5/10/2022) sekitar pukul 05.00 WIB. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pelarian pria berinisial FA (32), warga Kecamatan Kwanyar berakhir di pelukan seorang perempuan di dalam kamar sebuah hotel di Surabaya, Rabu (5/10/2022) sekitar pukul 05.00 WIB. Tersangka kasus penipuan ini menjadi buruan Satreskrim Polres Bangkalan dalam lima hari terakhir.

FA dilaporkan pria berinisial U atas kasus penipuan setelah motor Yamaha NMax dengan nopol M 4043 GB milik korban dibawa kabur pada Sabtu (1/10/2022).

Saat itu, tersangka dan korban bertemu untuk bertransaksi di sebuah bengkel di Kelurahan Bancaran.

“Korban memposting motornya melalui facebook. Setelah keduanya bertemu, korban percaya begitu saja ketika tersangka FA meminta untuk melakukan test drive. Namun setelah ditunggu hingga dua jam, motornya tidak juga kembali,” ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya kepada Surya.

Ia menjelaskan, tidak hanya korban yang cemas menunggu motornya kembali namun juga seorang teman tersangka juga dibuat bingung. Tersangka tiba di lokasi dengan berbonceng temannya yang hendak ke rumah kerabatnya di Kota Bangkalan.

“Teman tersangka juga bingung karena ditinggal di bengkel, ponsel tersangka juga tidak bisa dihubungi. Sialnya, korban menaruh STNK dan BPKB motornya di balik jok. Setelah lama menunggu, korban akhirnya melapor ke polres,” jelas Bangkit.     

Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Bangkalan, kasus penipuan tersebut mengerucut ke FA. Berdasarkan catatan pihak kepolisian, tersangka FA merupakan seorang residivis kasus curanmor dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Sehingga saat pemeriksaan, para penyidik sudah tidak asing dengan wajah FA.  

“Saat kami tangkap, tersangka tengah bersama seorang perempuan di kamar sebuah hotel di Surabaya. Tersangka FA dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara,” pungkas Bangkit.

Di hadapan penyidik Satreskrim Polres Bangkalan, tersangka FA mengaku bahwa motor NMax milik korban laku dijual senilai Rp 16,5 juta kepada seseorang di Desa Lantek, Kecamatan Galis. Uang hasil penjualan motor itu diakui pria bujangan itu telah habis untuk membayar hutang, judi, dan bermalam di hotel di Surabaya.

Baca juga: Pejabat Penting Mulai Wakapolres Hingga Kasatreskrim Polres Bangkalan Geruduk Markas Kodim 0829

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

“Saat melakukan test drive, saya langsung membawa motor itu ke Desa Lantek,” singkatnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved