Tragedi Kanjuruhan

Walikota Malang Sutiaji Ingin Kumpulkan Semua Suporter Sepak bola se-Indonesia untuk Perdamaian

Menurutnya, sepak bola sudah menjadi sebuah entitas yang ada di Kota Malang dan diminati masyarakatnya

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Wali Kota Malang, Sutiaji saat memimpin doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan di Balaikota Malang pada Kamis (6/10/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji berkeinginan untuk mengumpulkan suporter-suporter se-Indonesia untuk misi perdamaian.


Hal itu dia sampaikan, pasca tragedi Kanjuruhan, yang telah menelan korban lebih dari 100 orang.


Sutiaji mengatakan, bahwa sepakbola itu merupakan tontonan dan hiburan.


Dia juga prihatin, atas kejadian setelah laga yang mempertemukan antara Arema melawan Persebaya Surabaya.


"Saya kepingin mengumpulkan suporter ke Indonesia. Berangkat dari Malang, bahwa bola itu akan jadi tontonan. Fanatik yes, tapi jangan sampai ada korban," ucapnya, Jumat (7/10/2022).


Dia mengatakan, bahwa insiden di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan supporter Arema telah melukai hati Aremania dan citra Kota Malang sebagai kota toleran. 


Menurutnya, sepak bola sudah menjadi sebuah entitas yang ada di Kota Malang dan diminati masyarakatnya. 


Sutiaji meyakini, masyarakat Kota Malang dan seluruh Aremania selalu menjunjung tinggi semangat dan cinta damai.


"Saya tidak ikhlas manakala Malang diciderai, seakan-akan Malang membuat kekacauan, membawa citra menjadi tempat kerusuhan sepak bola,"

Baca juga: Ketua Panpel Arema FC Didampingi Kuasa Hukum Gelar Konferensi Pers usai Ditetapkan Tersangka

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


"Karena gelora kedamaian bola sudah disuarakan dari Malang. Kita tahu semua, bahwa sahabat-sahabat kita, Aremania semua cinta kedamaian," terangnya.


Dia juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak menyepelekan persoalan sekecil apapun.


Hal ini sebagai bentuk pembelajaran atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 kemarin.


"Jangan menyepelekan persoalan yang kecil. Jangan diremehkan. Mungkin remehnya ya mohon maaf, contoh mungkin ada yang lari pertama untuk memberikan support ke lapangan, saya yakin di menyesal. Sama halnya yang menembakkan gas air mata pertama," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved