Berita Madura

Nyambi Jual Sabu, Petani di Sampang ini Kaget Ditangkap saat Bersantai di Rumahnya, ini Kronologinya

Pelaku tengah bersantai di dalam rumahnya namun tiba-tiba terkejut dengan kedatangan sejumlah aparat Polres Sampang berpakaian preman

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Pelaku, Siri (45) tak berkutik saat berada di Mapolres Sampang, Jalan Jamaluddin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (18/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Nasib seorang petani asal Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura harus berakhir di sel tahanan Mapolres Sampang.


Pasalnya pria bernama Siri (45) nekat menjadi pengedar narkotika jenis Sabu-Sabu (SS) demi memperoleh penghasilan lebih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Siri (pelaku) diringkus oleh Satresnarkoba Polres Sampang pada (14/10/2022) sekitar 22.00 di kediamannya.


Kala itu, pelaku tengah bersantai di dalam rumahnya namun tiba-tiba terkejut dengan kedatangan sejumlah aparat kepolisian berpakaian preman sehingga diamankan tanpa adanya perlawanan.

Baca juga: Istri ASN Pamekasan Selingkuh dengan Oknum Staf Satpol PP Bangkalan, CLBK Bikin Suami Curiga

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sampang di GoogleNews TribunMadura.com


Tidak berhenti di sana, anggota kepolisian seketika melakukan penggeledahan ke seluruh sudut rumah dan saat tiba di lemari milik pelaku menemukan 36 paket SS.


Puluhan paket SS yang terbungkus plastik klip bening itu dalam kondisi sudah siap jual dengan berat keseluruhan sekitar 11,62 gram.


"36 buah plastik bening didapatkan di dalam tas kecil yang disimpan pelaku di dalam lemari pakaian," kata Kapolres Sampang, AKBP Arman, Selasa (18/10/2022). 


Selain itu Satresnarkoba juga berhasil mengamankan uang tunai yang merupakan hasil penjualan SS senilai Rp 370 ribu dari dalam dompet kecil warna coklat.


Kemudian satu unit handphone warna putih beserta simcardnya yang biasa digunakan oleh pelaku sebagai alat komunikasi dengan para pelanggannya.


"Untuk wilayahnya, pelaku biasa menjual SS ke warga Kecamatan Kedungdung, Sampang," terang AKBP Arman.


Ia menambahkan, akibat dari perbuatannya pelaku disangkakan pasal 114 ayat 2 atau ayat 1 Subs pasal 112 ayat 2 atau ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.


"Pelaku terancam hukuman paling singkat 5 tahun dan maksimal 20 tahun," tegasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved