Berita Jember

Mobil Rental Digadaikan Penipu Demi Kebutuhan, Korban Curiga saat Pelaku Berkelit Bayar Sewa

Penangkapan oleh petugas Unit Reskrim Polsek Sumberjambe itu setelah mendapatkan laporan dari Junaidi (35) warga Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Aqwamit Torik
Shutterstock/Twinster Photo
Ilustrasi penipuan 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Polisi menangkap Nurhadi (44) warga Desa Slateng Kecamatan Ledokombo, Jember karena menggelapkan mobil rental.

Penangkapan oleh petugas Unit Reskrim Polsek Sumberjambe itu setelah mendapatkan laporan dari Junaidi (35) warga Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe.

Junaidi melaporkan dugaan penipuan mobil yang dilakukan oleh Nurhadi.

Ia mengatakan, pada awal Bulan Juli lalu, Nurhadi mendatanginya untuk menyewa satu unit mobil.

Baca juga: Tanggul Jebol, Sebagian Warga di Tulungagung Selamatkan Diri dari Banjir, Kondisinya Terungkap

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Keduanya kemudian terlibat dalam perjanjian.

Salah satu bunyi dalam perjanjian itu adalah biaya sewa mobil per bulan sebesar Rp 4 juta.

Setelah membayar biaya sewa, Nurhadi membawa mobil tersebut.

Sewa menyewa itu berakhir pada 4 September 2022.

Hingga akhirnya sampai jatuh tempo, Nurhadi tidak lagi membayar biaya sewanya di termin berikutnya, sementara mobil juga tidak dikembalikan.

“Saat ditagih pada tanggal 04 September 2022, tersangka tidak membayar. Tersangka hanya berjanji terus,” ujar Kapolsek Sumberjambe AKP Istiono, Selasa (18/10/2022).  

Saat ditanya perihal posisi mobil, Nurhadi juga berbelit.

Junaidi masih berbaik sangka kepada Nurhadi, dengan memberi tenggat waktu untuk mengembalikan mobil dan membayar sewa.

Namun sampai Bulan Oktober, mobil itu tidak juga dikembalikan.

Akhirnya Junaidi memilih melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sumberjambe. Polisi pun melakukan penyelidikan, hingga akhirnya menjemput Nurhadi di rumahnya.

Dari pemeriksaan diketahui, jika mobil tersebut sudah digadaikan kepada orang lain tanpa izin Junaidi.

"Digadaikan seharga Rp 25 juta. Uang hasil gadai mobil dipakai untuk keperluan sehari-hari," imbuh Istiono.

Dengan alat bukti yang cukup, akhirnya polisi menetapkan Nurhadi sebagai tersangka.

Polisi menerapkan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan atau 372 KUHP tentang penggelapan, yang ancamannya maksimal empat tahun penjara. Polisi juga menahan Nurhadi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved