Berita Madura

Empat Pesan Pemkab Bupati Baddrut Tamam saat Pamekasan Gelar Apel Pasukan Tanggap Bencana

Pamekasan menggelar apel pasukan tanggap penanggulangan bencana alam di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (25/10/2022).

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin saat mengecek kesiapan alat untuk penanggulangan bencana alam di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (25/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, menggelar apel pasukan tanggap penanggulangan bencana alam di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (25/10/2022).


Apel tersebut melibatkan TNI, Polri, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dinas sosial (dinsos), dan forum relawan penanggungan bencana (FRPB) Pamekasan.


"Pemerintah melalui BMKG terus mengingatkan kita semua akan terjadinya cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan kita semua, karena dapat menyebabkan bencana alam di sekitar kita," ujar Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin membacakan sambutan tertulis Bupati Baddrut Tamam.

Baca juga: Bupati Achmad Fauzi Tekankan Kesigapan Cegah Resiko Kejadian Demi Antisipasi Bencana Alam

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi bencana di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Pamekasan berupa angin kencang yang menyebabkan sejumlah rumah warga rusak di wilayah Kecamatan Pakong, dan Pegantenan.


Fattah menjelaskan, Pemkab Pamekasan sebenarnya telah memiliki master plan penanggulangan banjir perkotaan yang dirancang sejak tahun 2017. 


Tetapi, master plan itu tidak bisa terealisasi lantaran terkendala anggaran ditambah adanya musibah berupa pandemi covid-19 dalam dua tahun terakhir.


"Namun demikian, upaya penanggulangan untuk mencegah secara parsial tetap dilakukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, serta memaksimalkan partisipasi masyarakat. Seperti kegiatan Berkat Kasih Sayang, Kali Bersih dan saluran tidak tergenang yang kita launching beberapa waktu lalu," jelasnya.


Gelar pasukan itu berdasarkan surat telegram Danrem 084 Bhaskara Jaya nomor ST/545/2022 tertanggal 19 oktober 2022 guna mengantisipasi terjadinya bencana alam. 


"Saya menyadari, bencana alam tidak dapat kita pastikan kehadirannya. Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan kita semua, sehingga jika terjadi bencana alam dapat kita meminimalisir dampak negatifnya," tambah dia.


Dia berpesan agar semua elemen bergerak bersama dan bersinergi untuk menanggulangi bencana alam tersebut sesuai dengan peran masing-masing, serta berkoordinasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. 


Mulai unsur wilayah, seperti camat, lurah, ataupun unsur teknis seperti dinas kesehatan, Satpol PP, BPBD, Dishub, dan lain-lain.


Dia melanjutkan, apel bersama digelar untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kebijakan tersebut. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved