Berita Madura

Wabup Fattah Jasin Akui Masterplan Penanganan Banjir di Perkotaan Belum Maksimal Karena Ini

Ini terbukti masih terjadinya banjir di sebagian wilayah Pamekasan setiap memasuki musim hujan

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin bersama Dandim 0826 Pamekasan, Inf Ubaydillah dan Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto saat mengecek kesiapan pasukan sewaktu apel pasukan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (25/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Master plan penanganan banjir di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura belum diimplementasikan secara maksimal.

Ini terbukti masih terjadinya banjir di sebagian wilayah Pamekasan setiap memasuki musim hujan.

Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin mengatakan, upaya mengantisipasi banjir di area perkotaan Pamekasan ini, Pemkab Pamekasan telah memiliki masterplan yang dibuat sejak tahun 2017 lalu.

Namun karena berbagai keterbatasan, serta adanya Covid-19 yang melanda 2 tahun terakhir ini, masterplan tersebut belum dapat diimplementasikan secara maksimal.

Meski demikian, Pemkab Pamekasan melakukan upaya penanggulangan pencegahan secara parsial sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Siapkan Strategi Penanggulangan Bencana Alam, Tambang Galian C Jadi Faktor Dominan

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

"Kami juga memaksimalkan partisipasi masyarakat seperti kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran agar air tidak tidak tergenang memasuki musim pancaroba ini," kata Fattah Jasin sewaktu apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Pamekasan, Selasa (25/10/2022).

Pihaknya menyadari bencana alam tidak dapat dipastikan kehadirannya.

Meski demikian, diperlukan persiapan yang matang sejak dini, sehingga bila terjadi bencana alam dapat diminimalisir dampak negatifnya.

"Untuk itu semua lini harus bergerak bersama, bersinergi sesuai dengan fungsi masing-masing dan berkoordinasi dengan baik sesuai dengan aturan yang ada," ajaknya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved