Berita Madura

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Kecewa Pengurus Takmir dan Remaja Masjid Bubarkan Paksa Road Race

Bahkan tindakan dari pengurus masjid yang membubarkan lomba balap motor Road Race Bupati Cup tersebut dinilai keterlaluan dan berlebihan

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
aksi pengurus takmir dan Reamaja Masjidbubarkan paksa acara lomba Road Race Bupati Cup pada Minggu (30/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Achmad Jazuli mengaku kecewa dan bahkan menyayangkan tindakan pengurus takmir dan remaja masjid bubarkan acara balap Motor Road Race Bupati Cup pada Minggu (30/10/2022).

Bahkan tindakan dari pengurus masjid yang membubarkan lomba balap motor Road Race Bupati Cup tersebut dinilai keterlaluan dan berlebihan.

"Sangat disayangkan dan sangat kecewa tindakan takmir Masjid yang kita lihat sangat berlebihan dengan apa yang sudah dilakukan itu," tegas Achmad Jazuli saat dihubungi pada Senin (31/10/2022).

Takmir atau jamaah masjid tiba - tiba bubarkan acara balap Motor Road Race Bupati Cup yang berlangsung di sebelah timur dan utara araea Taman Bunga (TB) pada di Minggu (30/10/2022). 

Ajang balap motor atau road race sebagai rangkaian acara HUT Kabupaten Sumenep ke- 753.

"Kenapa tindakannya berlebihan, karena saya melihat kenapa tidak sebelumnya. Kalau sudah seperti itu kita kan kecewa sebagai orang yang tumpah darah Kabupaten Sumenep. Acara itu kan bukan hanya Kabupaten Sumenep, tapi dari luar Sumenep Madura banyak," paparnya.

Seharusnya kata politisi Partai Demokrat Sumenep tersebut, sebagai warga Sumenep harus bersikap santun mengingat pesertanya banyak dari luar Kabupaten. Apalagi Sumenep ini dikenal ramah dan santun.

"Kalau seperti itu arogan, beliau itu kan dianggat tokoh dan ketua takmir Masjid Agung. Harusnya tindakannya mencerminkan sebagai tokoh Agama. Harusnya kan menjadi cermin yang baik," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, pembubaran paksa acara Road Race Bupati Cup itu dilakukan karena ajang balap motor oleh pengurus takmir dan Remas dianggap mengganggu orang salat dan kenyamanan beribadah.

Baca juga: Cerita Pemilik Warung Soto Khas Sumenep, Rasakan Dampak Pandemi Covid-19 dan Kini Mulai Bangkit

Aksi pembubaran road race itu sempat diwarnai ketegangan, pengurus takmir masjid tiba-tiba menerobos lintasan road race dan meminta agar balapan dihentikan.
 
Lokasi gelaran road race tingkat nasional itu memang tidak jauh dari Masjid Jamik Sumenep. Hal itu yang dinilai mengganggu kekhusyukan beribadah.

Pengurus Masjid Jamik Sumenep, Fauzi Alqadiri mengatakan bahwa sejak awal pengurus masjid tidak memberikan izin atas pergelaran road race tersebut karena mengganggu kenyamanan ibadah.

"Baru kali ini kami tolak kegiatan Hari Jadi Sumenep. Panitia sudah melanggar dalam aturan. Apa susahnya untuk istirahat bareng 10 sampai 15 menit. Setelah shalat, silakan dilanjut," tegas Fauzi Alqodiri.

Aksi pembubaran paksa tersebut membuat pihak panitia kegiatan menghentikan gelaran road race.

Road race tingkat nasional ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dalam rangka sebagai rangkaian Hari Jadi Sumenep ke-753 Tahun.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved