Berita Madura

Pasar Ekspor untuk Jambu Mente Bangkalan Mulai Dilirik, Dinas Pertanian Matangkan Konsep Agropolitan

Selama ini pihaknya hanya terkonsentrasi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Burneh, Kota Bangkalan, dan Kecamatan Socah.  

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Siswa TK dari berbagai lembaga di Kabupaten Bangkalan mengunjungi Kebun Bang Jani di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Rabu (8/11/2022). Kebun Bang Jani selama ini menjadi agrowisata edukasi yang akan memanjakan para pengunjung dengan zona wisata petik buah, petik sayur, area permainan anak, wisata selfie, hingga wisata kolam pancing. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangkalan saat ini tengah mematangkan master plan agropolitan.

Sentra-sentra bermacam komoditas unggulan mulai dipusatkan di sejumlah kecamatan. Sebagai upaya mengoptimalkan manfaat pertanian, tingkat produksi, hingga pendapatan para petani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Ir Puguh Santoso mengungkapkan, selama ini pihaknya hanya terkonsentrasi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Burneh, Kota Bangkalan, dan Kecamatan Socah.  

Baca juga: Warga Geruduk Rumah Owner Investasi Bodong, Polisi Ungsikan Wanita ke Polres Bangkalan

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan di GoogleNews TribunMadura.com

“Maka sekarang masterplan yang sedang kami buat bersama bappeda untuk menajamkan kembali dengan konsep agropolitan. Kacang akan kami optimalkan hingga menembus pabrik Dua Kelinci dan Kacang Garuda. Sedangkan jambu mente, kualitas produknya ke depan bisa menembus pasar ekspor,” ungkap Puguh kepada Surya, Selasa (8/11/2022).

Sebelumnya, stasiun agribisnis beberapa produk telah ditempatkan di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah dan Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan. Namun gagal memperluas pangsa pasar sehingga belum memberikan manfaat secara ekonomi kepada para petani.

“Karena itu nanti kami tempatkan di aset kami, yakni di Kebun Bang Jani di Desa Langkap, Kecamatan Burneh. Kebun Bang Jani yang sudah mulai dikenal pengunjung akan menjadi etalase semua produk yang ada di Kabupaten Bangkalan,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Bang Jani merupakan singkatan dari Bangkalan Sejahterakan Petani. Kebun Bang Jani selama ini berperan sebagai pusat beragam bibit tanaman sekaligus agrowisata edukasi yang akan memanjakan para pengunjung dengan zona wisata petik buah, petik sayur, area permainan anak, wisata selfie, hingga wisata kolam pancing.

Di Kebun Bang Jani seluas sekitar 5 hektar itu, masyarakat petani di Kabupaten Bangkalan tidak perlu khawatir lagi untuk menjual produk-produk olahan ataupun turunan. Karena di situ, Pemkab Bangkalan telah menyiapkan etalase sebagai pusat informasi dan pemasaran produk-produk unggulan melalui Warung Bang Jani.

Selain itu ada juga Laptop Bang Jani yang akan menyimpan dan meng-upgrade data kelompok tani, luas lahan, hingga infrastruktur. Selanjutnya, Teras Bang Jani akan menjadi strategi dalam upaya meningkatkan keterampilan para petani, menciptakan sinergitas antara petugas dan para petani.

Puguh memaparkan, dalam konsep agropolitan yang tengah disusun, Kebun Bang Jani berperan sebagai pusat beragam bibit tanaman sekaligus agrowisata edukasi yang akan memanjakan para pengunjung dengan zona wisata petik buah, petik sayur, area permainan anak, wisata selfie, hingga wisata kolam pancing.

Selain sebagai lokasi Kebun Bang Jani, Kecamatan Burneh juga akan dikonsentrasikan sebagai kawasan sentra bawang merah dan cabe. Kemudian Kecamatan Socah sebagai kawasan sentra produksi kacang berstandar nasional dengan lahan di Desa Keleyan dan Desa Bilaporah.

Untuk kawasan sentra produk pisang berikut turunannya serta produk cabe rawit, Dinas Pertanian dan Bappeda Kabupaten Bangkalan telah menetapkan di Kecamatan Modung. Sedangkan sentra kawasan jambu menter yang digadang mampu menembus pasar ekspor akan dipusatkan di Kecamatan Tanjung Bumi.  

“Kami memutuskan menjadi beberapa koridor sentra komoditas unggulan itu sebagai upaya optimalisasi produk yang masih sangat berpotensi dikembangkan. Dengan harapan, konsep agropolitan tidak hanya berbicara pengembangan di satu desa. Namun hingga lima desa di satu kecamatan,” pungkasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved