Breaking News:

Berita Madura

Manis Melon Legita Bangkalan, Tekstur Uniknya Bikin Tergoda, Sasar Pasar Premium Surabaya dan Gresik

Lahan percobaan seluas sekitar 6x4 meter di Bangkalan itu sukses menghasilkan dua buah jenis melon kategori premium; Melon Kinanti dan Melon Legita.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Budidaya buah Melon Legita dan Kinanti di lahan demplot Desa Kebun, Kecamatan Kamal tidak hanya bernilai ekonomis namun juga menjadi sarana edukasi mahasiswa dan siswa sekolah dasar 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Secercah asa dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan derajat ekonomi masyarakat Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan mulai menggeliat dari sebuah green housedemplot berdinding plastik.

Lahan percobaan seluas sekitar 6x4 meter itu sukses menghasilkan dua buah jenis melon kategori premium; Melon Kinanti dan Melon Legita.

Kress, begitulah suara ‘retakan’ yang menggema dari irisan buah Melon Legita di mulut seorang praktisi pertanian, Alan (30), warga Desa Kebun.

Tekstur keras tapi renyah berbalut rasa manis Melon Legita itu semakin menyeruak di mulut dan sulit ditolak lidah.

Baca juga: Pasar Ekspor untuk Jambu Mente Bangkalan Mulai Dilirik, Dinas Pertanian Matangkan Konsep Agropolitan

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan di GoogleNews TribunMadura.com

“Karakter Melon Legita yakni tetap kres, renyah karena juga baru dipanen. Ada kesan Juicy  atau manisnya pecah saat masuk di mulut,” ungkap Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura itu kepada Surya, Kamis (10/11/2022).

Melon Legita bercirikan kulit dan dagingnya berwarna putih. Sedangkan Melon Kinanti kulitnya berwarna kuning dan dagingnya berwarna oranye.

Masa panen melon tersebut hanya membutuhkan selama dua bulan dari masa pembibitan.  

“Ini panen kedua, khusus tanam Legita dan Kinanti. Pada masa panen pertama, kami mencoba buah melon biasa seperti yang ada di pasaran. Kalau panen kedua ini kan melon (legita dan kinanti) premium yang masuk ke supermarket besar,” jelas Alan.

Selain lebih bernilai ekonomis, keputusan beralih dari buah melon biasa ke budidaya buah Melon Legita dan Kinanti itu karena lebih memperhatikan perilaku konsumen terutama bagi para pecinta buah melon.

Hasil kajian Alan sejauh ini, Melon Legita dan Kinanti dengan berat 1,2 KG hingga maksimal 1,8 KG sudah sangat ideal dengan permintaan pasar.

Buah melon dengan berat melebihi 2 KG malah nilainya tidak laku.

“Perilaku konsumen mulai bergeser, lebih senang sekali makan habis dan besok belah lagi. Mereka tidak menginginkan ada sisa buah melon. Karena itu supermarket mintanya berat timbangan di bawah 2 KG,” pungkasnya.

Upaya peningkatan kesejahteraan dan derajat ekonomi masyarakat selaras dengan visi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved