Berita Madura

Warga Omben Sampang Kaget, Mendadak Tanah Seluas 3 Hektar akan Dieksekusi Pengadilan Negeri

PN Sampang telah melaksanakan konstatering (pencocokan) terhadap lahan yang berlokasi di Dusun Lor-Polor Desa Karam Garang, Kecamatan Omben, Sampang

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Abdul Goni (kiri) bersama penasehat hukumnya, Achmad Agung (kanan) menunjukkan sertifikat nomor SHM 41 atas nama ahli waris dari Wiroyudosuli alias H Asnawi berdasarkan eksekusi No 03/eks.pdt.plw/1987/pn.spg pada tahun 2003, Minggu (13/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kaget bukan kepalang dirasakan Abdul Goni bersama keluarganya warga Desa Sogian, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.

Pasalnya, Pengadilan Negeri (PN) Sampang tiba-tiba merencanakan eksekusi terhadap lahan milik kakeknya Alm. Wiroyudosuli alias H Asnawi Persil 53 seluas 30.546 m2.

Bahkan, PN Sampang telah melaksanakan konstatering (pencocokan) terhadap lahan yang berlokasi di Dusun Lor-Polor Desa Karam Garang, Kecamatan Omben, Sampang tersebut pada (15/9/2022) lalu.

Maka dari itu, Abdul Goni dengan ditemani penasehat hukumnya mencoba mengkonfirmasi PN Sampang, namun tidak memberitahukan siapa yang menjadi pemohon eksekusi tanpa alasan yang tepat. 

"Terus terang klain saya merasa dirugikan karena pelaksanaan eksekusi ini berjalan sepihak, artinya sebelumnya tidak ada panggilan aanmaning dan pemberitahuan konstatering terlebih dahulu kepada saya sebagi ahli waris dari Alm. H Asnawi," kata Kuasa Hukum Achmad Agung, Minggu (13/11/2022).

Baca juga: Atlet Catur Penyandang Disabilitas asal Sampang Terima Reward Ratusan Juta dari Gubernur Jatim

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sampang hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Terlebih, lahan tersebut sebelumnya sudah dilakukan eksekusi oleh PN Sampang sendrii atas kasus sengketa tanah dengan nomor eksekusi 04/pen.eks.pdt/1998/pn.spg.

Di mana, pada (30/3/1999) lalu, Akram alias Samsiri yang tidak lain adalah warga setempat sudah melakukan eksekusi melalui PN Sampang atas kemenangannya terhadap sebidang tanah persil 53 dengan luas 4.290 m2.

Dengan begitu, dari total lahan awalnya seluas 30.546 m2, sebagian merupakan milik lawan (Samsiri) seluas 4.290 m2,  sehingga sisa lahan milik Alm. H Asnawi sekitar 26.256 m2.

"Bahkan lahan yang akan dilakukan eksekusi pada persil 53 sudah berbentuk sertifikat dengan nomor SHM 41 atas nama ahli waris dari Wiroyudosuli alias H Asnawi berdasarkan eksekusi No 03/eks.pdt.plw/1987/pn.spg pada tahun 2003, sehingga munculnya SHM 41 berdasarkan putusan yang sudah inkrahi," terangnya.

"Tapi kenapa lahan itu kembali dieksekusi, berarti PN Sampang tidak mempelajari isi putusan dengan cermat yang sudah dilakukan sebelumnya," imbuhnya. 

Kemudian Achmad Agung menilai PN Sampang tidak profesional karena saat pihaknya mengajukan beberapa dokumen salinan putusan dan lain-lain pada (12/9/2022) namun tidak ada tanggapan.

"Jadi kami kesulitan untuk mengajukan perlawanan terhadap eksekusi yang dilakukan saat ini," tandasnya.

Atas rencana eksekusi yang berjalan sepihak, pihaknya sejauh ini telah mengajukan perlindungan hukum kepada Ketua Mahkamah Agung RI dan Badan Pengawas Mahkamah Agung RI pada (21/9/2022)


"Termasuk kami juga mengirim surat kepada ketua ombudsman republik Indonesia dengan nomor 02-mph/21/ix/2022, dengan harapan PN Sampang segera menghentikan pelaksanaan eksekusi pada lahan klain kami," tegasnya.


Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Sampang Afrizal menyampaikan tidak mengetahui secara detail atas rencana eksekusi yang tengah dilakukan instansinya di Desa Garang Gayam, Kecamatan Omben Sampang itu sebab kebijakan Ketua PN Sampang.


"Saya belum monitor, jadi saya pelajari dulu, hari Senin saya komunikasikan lagi ya," singkatnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved