Berita Tuban

Setubuhi Pacar 8 kali Hingga Hamil, Pria di Tuban Ini Akhirnya Dibekuk Polisi, Ngaku Tanggung Jawab

Pelaku yang sudah bekerja itupun melakukan pengancaman terhadap korban, agar mau menuruti nafsu bejatnya.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/M Sudarsono
Pelaku persetubuhan terhadap pacar hingga hamil diamankan unit PPA Satreskrim Polres Tuban 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Terungkap kasus persetubuhan yang dialami F (15), pelajar asal Kecamatan Palang. 

Korban disetubuhi RAS (19), pacarnya yang merupakan warga setempat. 

Pelaku yang sudah bekerja itupun melakukan pengancaman terhadap korban, agar mau menuruti nafsu bejatnya. 

Alhasil korban disetubuhi sebanyak 8 kali hingga hamil, aksi itu dilakukan di sebuah kos di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, sekitar maret 2022.

"Korban diancam akan dilaporkan ke orang tuanya jika sudah pernah disetubuhi, akhirnya korban mau menuruti nafsu pacar," kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta kepada wartawan, Selasa (15/11/2022). 

Baca juga: Ngaku Tanggung Jawab Bila Hamil, Pria Cabul di Tuban Setubuhi Pelajar, Pelaku Ancam Lapor Orang Tua

Informasi lengkap dan menarik Tuban lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Perwira pertama itu menjelaskan, korban yang masih di bawah umur itu sering dirayu oleh terlapor untuk diajak melakukan persetubuhan

Selain itu dijanjikan apabila hamil terlapor siap bertanggung jawab atas janin yang di kandungnya. 

Namun orang tua korban yang tidak terima atas ulah pelaku, akhirnya melaporkan kasus tersebut ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim hingga berujung penangkapan terhadap pelaku. 

"Pelaku sudah diamankan Minggu kemarin, kini menjalani proses hukum atas perbuatan yang dilakukan," pungkasnya. 

Akibat perbuatan yang dilakukan, pelaku dijerat pasal 82 Jo pasal 76e dan Uundang-Undang RI No 17 th 2016 atau pasal 81 Jo pasal 76d, tentang perubahan ke dua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved