Berita Tuban

Penyesalan Ibu di Tuban yang Viral Ingin Jual Ginjal, Imbau Masyarakat Tidak Menirunya

Di hadapan polisi, perempuan asal Kecamatan Tuban itu mengaku menyesal dan minta masyarakat agar tidak mengikuti keinginan jual ginjal

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Istimewa
Ibu di Tuban rela jual ginjal demi lunasi hutang anak mengaku menyesal saat di kantor Polsek Tuban 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - ER (59) ibu yang menawarkan ginjal untuk dijual kini menyesal dan minta maaf atas ulahnya.

Di hadapan polisi, perempuan asal Kecamatan Tuban itu mengaku menyesal dan minta masyarakat agar tidak mengikuti hal yang tidak benar.

"Menyesal dan minta maaf atas ketidak tahuan saya, jangan ditiru," katanya di hadapan polisi, Kamis (24/11/2022). 

ER yang berstatus janda itu menjelaskan, jika apa yang dilakukan dengan berniat menjual ginjal sangat bertentangan undang-undang dan dilarang.

Baca juga: Viral Ibu Jual Ginjal Demi Bayar Hutang Anak, Kini Dapat Bimbingan Polisi, Janji Tak Ulangi Lagi

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Dengan adanya kejadian ini, ia berharap jangan ada masyarakat yang meniru aksinya beberapa hari lalu, dengan membawa poster jual ginjal disertakan nomor hand phone.

"Jangan dicontoh ini tidak benar, saya frustasi atas hutang yang dilakukan anak kedua yang mencapai ratusan juta," pungkas ibu tiga anak tersebut. 

Sementara itu, Kapolsek Tuban, Iptu Rianto, menyatakan apa yang dilakukan ibu tersebut sangatlah tidak benar.

Polisi juga memberikan konseling dan santunan. 

Selain itu juga melakukan edukasi terhadap ibu ER, yang sempat viral karena mau menjual organ tubuhnya.

"Bahwa apa yang dilakukan ibu ER tidak benar, sehingga jangan sampai ditiru masyarakat lainnya. Kita berikan edukasi," pungkas Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan, Seorang ibu asal Kecamatan Tuban, terbilang nekat setelah melakukan aksinya menjual ginjal, di tepi jalan Basuki Rahmat, Senin (21/11/2022).

Ibu berinisial ER (59) melakukannya demi membayar utang anak senilai hampir Rp 200 juta.

Sambil membawa poster yang bertuliskan “Di jual ginjal” serta mencantumkan nomor telepon, ia berharap ada yang mau membeli.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved