Kaya akan Pati Resisten, Pisang Matang dan Setengah Matang Memiliki Manfaat Berbeda, Pilih Mana?

Pisang setengah matang dan matang memiliki manfaat yang berbeda-beda. Konsumsi dua jenis pisang ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan badan.

Penulis: Mardianita Olga | Editor: Aqwamit Torik
Freepik/KamranAydinov
Pisang matang dan setengah matang memiliki kelebihan dan manfaat yang berbeda. 

TRIBUNMADURA.COM, MADURA – Banyak manfaat kesehatan pada setiap kematangan buah, khususnya pisang.

Akan tetapi, pisang setengah matang lebih cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Menurut Dr. Cijith Sreedhar, CMO, Prakriti Shakti Clinic of Natural Medicine, CGH Earth, Kerala, India, hal ini disebabkan oleh pati resisten yang terkandung pada pisang setengah matang.

Pati resisten adalah fraksi pati yang tidak dihidrolisis oleh enzim pankreas selama 120 menit setelah dikonsumsi.

Baca juga: Resep Sarapan Simpel Dorayaki Pisang Susu, Caranya Mudah, Bisa Jadi Bekal Sekolah Anak

86

 

Pati resisten tahan terhadap proses pencernaan pada usus halus yang kemudian dimanfaatkan oleh mikrobiota di dalam usus besar.

Pati resisten kemudian akan dikonversi menjadi glukosa dalam kuantitas sedikit sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes.

Lantas apa saja manfaat serat dalam pati resisten yang terkandung pada pisang mentah??

Untuk diketahui, serat adalah makanan dari bakteri dalam tubuh.

"Kita memiliki sembilan bakteri di setiap sel. Mereka hidup berdampingan dengan kita," ujar Cijith Sreedhar.

Menurutnya, 98 persen bakteri di dalam manusia baik karena sebagian besar fungsi tubuh bergantung padanya.

Bahkan konversi vitamin pada tubuh dibuat oleh bakteri dari makanan yang dikonsumsi.

"Bakteri melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasi sel jahat dan baik yang menyebabkan kerusakan diri," tuturnya menjelaskan.

Untuk itu, kesehatan usus ditentukan oleh asam lemak rantai pendek (SCFA), sangat terbatas pada makanan yang kita konsumsi.

"Ini adalah bakteri yang mengubah serat atau pati resisten menjadi SCFA, membantu pencegahan penyakit kronis," ungkapnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved