Berita Madura

Bangkalan Terima Penghargaan, Kabupaten Terbaik Kinerja Pengendalian Wabah PMK Sapi, Kerja Keras

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Ahmat Hafid mengungkapkan, sukses Bangkalan meraih Piagam Penghargaan dari Tim Satuan Tugas PMK

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Ketua Tim Satgas Provinsi Jawa Timur sekaligus Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono (kiri) memberikan Piagam Penghargaan Peringkat I Kabupaten dengan Kinerja Pengendalian PMK Terbaik kepada Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Ali Makki di Hotel Grand Dafam Signature, Surabaya pada Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Hasil tidak pernah mengkhianati proses. Tekad Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan melepaskan puluhan ribu sapi dari jeratan wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) pun berbuah manis. Bangkalan menyabet Peringkat I Kabupaten dengan Kinerja Pengendalian PMK Terbaik.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Ahmat Hafid mengungkapkan, sukses Bangkalan meraih Piagam Penghargaan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian PMK Provinsi Jawa Timur tak lepas dari peran aktif Tim Satgas Kabupaten, Tim Satgas Kecamatan, dan beberapa instansi terkait.

“Buah kerja keras tim satgas yang secara intens berkomunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat, khususnya masyarakat peternak sapi serta para pelaku usaha peternakan. Semuanya berperan dan turut andil dalam pengendalian wabah PMK di Kabupaten Bangkalan,” ungkap Hafid kepada Surya, Senin (28/11/2022).

Piagam Penghargaan Peringkat I Kabupaten dengan Kinerja Pengendalian PMK Terbaik diberikan langsung Ketua Tim Satgas Provinsi Jawa Timur sekaligus Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono di Hotel Grand Dafam Signature, Surabaya pada Kamis (24/11/2022).

Dalam kesempatan itu, Hafid diwakili Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Ali Makki. “Meski minim anggaran, namun tekad kami ingin wabah PMK sapi segera berlalu. Apalagi kala itu jelang momen Lebaran Idul Adha atau Idul Qurban, masa panen bagi para peternak sapi,” jelas Hafid.

Seperti diketahui, wabah PMK sapi mulai menerjang Kabupaten Bangkalan pada pertengahan Mei 2022. Letupan sapi suspek PMK kala itu terdata di kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Sampang. Seperti Kecamatan Blega, Modung, dan Kecamatan Konang.

Status Terkini PMK di Kabupaten Bangkalan saat itu menyebutkan, secara gejala klinis terpantau sebanyak 16 ekor sapi atau secara akumulatif sejumlah 68 ekor suspek PMK dari total 2.844 ekor sapi. Sedangkan pada kolom positif dan mati menunjukkan angka nol.

Kondisi itu memancing sejumlah Petugas Medik Laboratorium Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta datang ke Kabupaten Bangkalan. Mereka mengambil sampel darah, sample lesi dari luka lecet atau melepuh di bagian mulut, lidah, dan kuku sapi yang suspek PMK.

Pada pertengahan Juni 2022, sebaran virus PMK sapi semakin masif dan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sedangkan persediaan obat-obatan di dinas peternakan semakin menipis dan merangkak habis.

Baca juga: Kecelakaan di Bangkalan, Adu Moncong Grand Max vs Motor, 3 Kendaraan Terlibat

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Sejumlah peternak dan pedagang sapi bahkan hingga mendatangi Komisi B DPRD Kabupaten Bangkalan. Hal itu dipicu dengan penerapan kebijakan lockdown terkait lalu lintas sapi keluar dari Pulau Madura.

Sebaran harian virus PMK kala itu telah menggerogoti sebanyak 546 ekor sapi dari hasil pemantauan terhadap 605 ekor sapi. Lalulintas sapiKondisi itu memaksa Tim Satgas PMK Kabupaten Bangkalan menyarankan para peternak agar melakukan pengobatan tradisional secara mandiri, sambil menunggu kedatangan bantuan pasokan obat-obatan,

“Apabila mengingat situasi dan kondisi kala itu, bulu kuduk kami merinding. Namun sekali lagi, ngapain sekarang juga atas peran besar dan kerja keras para dokter hewan dan paramedik tanpa mengenal waktu dan lelah dalam melayani penanganan PMK,” kenang Hafid.

Tidak berlebihan memang tekad Tim Satgas PMK Kabupaten Bangkalan dalam upaya menjaga populasi sapi dari sebaran virus PMK. Selain menjadi kabupaten dengan populasi sapi terbanyak keempat di Jawa Timur dengan total mencapai 276 ribu ekor, daging sapi Madura termasuk Bangkalan memiliki kualitas daging terbaik di Jawa Timur.

Secara nasional, sapi Madura hanya kalah dari daging sapi Bali. Daging sapi Madura berwarna merah cerah, empuk, berserat halus, dan rendah lemak. Produksi daging sapi Bangkalan di tahun 2019 mencapai 15.809 ton.

Keunggulan lainnya, karkas (berat daging sapi tanpa kepala, kaki, jeroan, dan kulit) sapi Madura mencapai 48 persen dari berat tubuhnya. Sedangkan karkas sapi asal Bali mencapai 51 persen dari berat tubuhnya. Sementara sapi dari daerah lain di Jawa, berat karkasnya 45 persen. 

“Karena itu kami menggencarkan vaksinasi, saat ini sudah tervaksin hampir mencapai 20 persen dari total populasi sapi di Bangkalan. Bahkan sampai dengan detik ini, selama kurang lebih 2,5 bulan kami sudah mencapai zero case dan tingkat kesembuhan sapi yang sakit sejumlah 6.465 ekor sudah mencapai 100 persen,” pungkas Hafid

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved