Berita Gresik

Masa Kecil Bocah di Gresik Hancur di Tangan Tetangga, Dilecehkan hingga Trauma, Ngaku Gangguan Jiwa

Diketahui korban mengalami pelecegan seksual pada 30 April lalu, kemudian tanggal 23 Mei dilaporkan ke Polisi. 

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
patcurranlaw.com
Ilustrasi, masa kecil bocah di Gresik hancur di tangan tetangga dilakukan pelecahan seksual, timbulkan trauma, pelaku ngaku gangguan jiwa 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Bocah berusia sembilan tahun di Gresik menjadi korban sodomi pria bejat. Saat ini Satreskrim Polres Gresik tengah mengusut kasus perbuatan bejat pelaku kepada korban berinisial AR. 

Terhitung sejak enam bulan laporan, Unit Satreskrim Polres Gresik akhirnya melakukan gelar perkara. Diketahui korban mengalami pelecegan seksual pada 30 April lalu, kemudian tanggal 23 Mei dilaporkan ke Polisi. 

Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi. Tiga kali mengirim surat panggilan kepada pelaku berinisial H yang masih berusia 19 tahun.

"Hari ini kami gelar perkara, kami cek, nanti hasilnya akan kami informasikan lebih lanjut," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih, Senin (28/11/2022). 

Diketahui, H sudah dua kali mangkir panggilan polisi. Alasannya terduga pelaku bejat itu mengalami gangguan jiwa. Hepi menambahkan, untuk membuktikan kejiwaan terduga pelaku berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Sosial Gresik. 

Baca juga: Tutup Besi Saluran Air Jadi Sasaran Maling di Gresik, CCTV Rekam Detik-detik Pencurian

"Mohon waktu, nanti kami sampaikan perkembangannya," imbuhnya. 

Sebelumnya, korban AR mengalami trauma akibat perbuatan bejat H Yang merupakan tetangganya. AR masih duduk di bangku sekolah. 

Peristiwa tanggal 30 April lalu membuat masa kecil korban hancur. Saat itu korban bersama dua temannya sedang mancing di tepi pantai, lalu dihampiri oleh H. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Korban yang masih polos diajak ke tempat sepi. Lalu korban melancarkan aksi bejat. 

Orang tua korban, ST mengaku anaknya dalam kondisi trauma. Jika tidak menuruti nafsi bejat pelaku, anaknya terus diancam. 

"Anak saya diancam akan diikat di pohon," ujarnya.

Perbuatan bejat pelaku mengiris hati ST. Anaknya menjadi murung. Satu bulan tidak ke luar rumah hingga lari ketakutan saat melihat pelaku.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved