Berita Madura

Warga Keluhkan Pengaturan Empat Fase Traffic Light di Persimpangan Gaden Pamekasan

Antrean arus kendaraan ini terjadi, terutama di saat jam pulang sekolah dan jam pulang kantor. Sehingga di antara pengendara bermotor menggerutu.

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Kondisi arus kendaraan bermotor saat menunggu antrean di traffic light Jl Kabupaten – Jl Diponegoro, Pamekasan 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Pergantian empat fase (siklus waku) lampu pengatur lalu lintas di traffic light persimpangan Gaden, di Jl Kabupaten – Jl Diponegoro, Pamekasan, yang diterapkan sejak seminggu belakangan ini dikeluhkan pengendara bermotor.

Sebab pengaturan empat fase itu menimbulkan antrean panjang kendaraan bermotor di sisi Jl Kabupaten, menunggu waktu lampu merah berganti ke lampu hijau yang dinilai terlalu lama.

Antrean arus kendaraan ini terjadi, terutama di saat jam pulang sekolah dan jam pulang kantor. Sehingga di antara pengendara bermotor menggerutu.

Menurut pengakuan beberapa pengendara bermotor, sebelumnya pengaturan pembagian isyarat lampu lalu lintas ini dibagi dua fase.

Baca juga: Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan se Pamekasan Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan di GoogleNews TribunMadura.com

Dari arah barat dan timur (Jl Kabupaten dan Jl Diponegoro), jika lampu hijau menyala, maka kedua lampu hijau menyala.

Begitu juga jalur dari arah utara – selatan (Jl Jl KH Amin Jakfar dan Jl Segara). Bila lampu merah menyala, maka keduanya menyala lampu merah.

Tetapi sekarang, pengaturan isyarat lampu ini dibagi menjadi empat fase.

Artinya, setelah lampu hijau menyala, kemudian berganti lampu merah, maka waktu tunggunya sekitar 62 detik. Sementara tiap-tiap lampu itu, waktu nyala lampu hijau, hanya 13 detik.

“Kalau posisi mobil berada di antrean nomor 4 dari depan, begitu lampu hijau menyala dan mobil bergerak maju, maka waktunya tidak nutut. Jadi, lampu hijau itu hanya cukup untuk tiga mobil yang bergerak. Yang di belakangnya harus berhenti, menunggu durasi lebih dari satu menit lagi. Padahal, antreannya ke belakang, bisa puluhan mobil,” kata Kandar, salah seorang sopir.

Dikatakan, untuk kondisi jalan di sana, saat ini masih belum waktunya diberlakukan empat fase pengaturan lampu lalulintas.

Karena lebar jalan, hanya cukup untuk satu lajur. Beda dengan di Surabaya dan Malang, atau kota besar lainnya, mobil bisa jejer ke samping sampai tiga lajur.

Kepala Dinas Perhubugan (Kadishub) Pamekasan, Basri Yulianto, kepada SURYA, Senin (28/11/2022) mengatakan, pembagian empat fase lampu pengantur lalulintas di pesimpangan Gaden itu, sudah melalui kajian dan survei.

Sebab saat ini jumlah arus kendaraan bermotor di Pamekasan, baik roda dua atau roda empat, makin meningkat.

“Nah, berbarengan meningkatnya arus orang, arus kendaraan bermotor dan arus barang, sementara kapasitas jalan tetap, tidak ada pelebaran. Kalau tetap seperti sebelumnya, ketika dari arah barat dan timur, lampu hijau sama-sama menyala, maka akan terjadi penumpukan arus kendaraan bermotor di tengah persimpangan, sehingga dibutuhka penataan traffic light,” ujar Basri, yang saat itu sedang memantau lokasi.

Diakui, dalam masa uji coba ini masih ditemukan adanya antrean kendaraan bermotor dari arah barat. Ini, dipicu beberapa faktor.

Di antaranya arus kendaraan dari arah Jl Pintu Gerbang ke arah timur, masih diberlakukan belok kiri langsung.

Karena itu, mulai saat ini, tidak lagi dan harus mengikuti isyarat lampu.

“Jadi dalam merekayasa traffic light di Gaden, kami juga harus merekayasa traffic light di simpang tiga Jl Kabupaten -Jl Pintu Gerbang dan simpang tiga Jl Pintu Gerbang – Jl Dirgahayu. Ini untuk mengurai kemacetan di traffic light persimpangan Gaden. Nanti di Jl Kabupaten akan kami buatkan marka untuk memudahkan kendaraan bermotor yang mau lurus, belok kanan dan belok kiri,” kata Basri, yang mengaku selama uji coba ini terus dievaluasi untuk mencari titik penyebab kemacetan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved