Sejarah

Ngeri, Demi Jadi Pelayan Kerajaan, Dulu Banyak yang Rela Kebiri Demi Masuk Istana, ini Alasannya

Ngerinya, beberapa orang tua sampai rela melakukan kebiri pada anaknya demi hal tersebut. Lalu apa alasan kebiri dilakukan demi bisa ke istana

Editor: Aqwamit Torik
Pixabay/Parveender
Ilustrasi raja - Ilustrasi raja yang dikelilingi pelayan 

TRIBUNMADURA.COM - Kisah ngeri zaman dulu ketika ingin menaikkan taraf hidup dan demi menjadi pelayan istana.

Para lelaki sampai rela lakukan kebiri demi bisa terlepas dari kemiskinan.

Ngerinya, beberapa orang tua sampai rela melakukan kebiri pada anaknya demi hal tersebut.

Lalu apa alasan kebiri dilakukan demi bisa masuk di lingkungan istana?

Kisah orang-orang miskin dalam sejarah tampaknya menggelitik juga untuk dibaca kembali.

Baca juga: Keris ini Bikin Pemiliknya Punya Tahta, Tapi ‘Tumbalnya’ Bukan Main, Balutan Sumpah Bikin Keramat

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Kali ini, berangkat dari kehidupan malang orang-orang Tiongkok Kuno yang menyayat perasaan.

Sebagian orang-orang miskin di Tiongkok Kuno mungkin akan merasa beruntung dapat diangkat menjadi pelayan istana.

Namun, ada hal yang pada kenyataannya menjadi nestapa bagi mereka.

"Di Tiongkok kuno, Kasim—para pelayan kerajaan—harus dikebiri," tulis Shannon Quinn kepada History Collection dalam artikel berjudul "It Doesn’t Get Harder than the Lives of the Poorest People in History" yang terbit pada 15 November 2022.

Ya, pengangkatan testis pada alat vital pria atau kebiri, menjadi salah satu syarat bagi pelayan kerajaan di Tiongkok Kuno. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya "menjamin kesucian para wanita (di dalam istana)," tambahnya.

Sampai pada titik di keluarga miskin, orang tua akan melakukan kebiri kepada anak laki-lakinya yang baru lahir, agar secara mudah ditarik untuk menjadi pelayan kerajaan.

"Ini adalah salah satu pilihan karir terbaik untuk orang miskin," terusnya.

Dalam rentang sejarah di Tiongkok Kuno, selama Dinasti Ming berlangsung, ada lebih dari 100.000 kasim (pelayaan kerajaan) di sana yang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved