Berita Madura

Momen Pengepul Judi Bola Dicokok saat Asyik Nobar di Warung Bangkalan, Ini Pengakuannya

Mat dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Pengepul judi bola, Mat Rohman (35), warga Desa Kajuanak, Kecamatan Galis dipastikan melanjutkan nobar Piala Dunia bersama para penghuni sel tahanan setelah Unitreskrim Polsek Galis menciduknya dari sebuah warung tempat nobar bola, Rabu (31/11/2022) malam 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Mat Rohman (35), warga Desa Kajuanak, Kecamatan Galis dipastikan melanjutkan nonton bola perhelatan Piala Dunia dari balik jeruji. Itu setelah Unit Reskrim Polsek Galis menciduknya ketika sedang menunggu para penombok judi bola di sebuah warung yang biasa dijadikan tempat nonton bareng (nobar), Rabu (31/11/2022) malam.

Dari tangan Mat, polisi menyita sebuah ponsel dengan nomor provider SIM 1 08778532127, SIM2 085330636532, serta nomor dengan aplikasi WhatsApp (WA) 087853045023. Selain itu, uang tunai sebesar Rp 200 ribu, dua lembar tangkapan layar percakapan  WA, dan dua lembar print daftar pertandingan sepakbola Piala Dunia 2022 lengkap dengan fur-furan.

Kapolsek Galis, Iptu Bagus Setioko Darmawan mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka Mat Rohman merupakan hasil tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa di warung tempat nobar bola Piala Dunia sering dijadikan ajang permainan judi bola.

“Kami bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Ternyata benar, Mat Rohman mengakui bahwa dirinya adalah pengepul. Ia mendapatkan keuntungan 10 persen setiap tombokan senilai Rp 100 ribu,” ungkap Bagus kepada Surya, Kamis (1/12/2022).

Mat dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Dengan ancaman hukuman selama itu, bisa saja ia akan menikmati event empat tahunan sepak bola antar negara antar benua selanjutnya dari balik jeruji, yakni Piala Dunia 2026 dan Piala Dunia 2030.

Baca juga: Video Mesum 2 Menit 7 Detik Hebohkan Bangkalan, Pemeran Diduga Berprofesi Sebagai Tenaga Pendidik

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Karena itu, pada momen Piala Dunia 2022 ini Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengingatkan dan mengimbau masyarakat Bangkalan tidak memanfaatkan ajang pertandingan sepakbola Piala Dunia untuk hal-hal yang tidak baik seperti judi.

“Tonton saja bola sebagai hiburan, kita menonton sebagai hiburan. Karena yang namanya judi itu kan ujungnya tidak bagus, ke arah rugi. Agama juga melarang dan secara fisik udang-udang juga melarang,” ungkap Wiwit.

Ia menjelaskan, perjudian sama halnya dengan narkoba yang memicu perilaku addicted atau kecanduan. Mereka yang kalah akan penasaran bagaimana caranya untuk menang. Begitu juga dengan yang menang semakin berambisi ingin terus menang dalam jumlah besar.

“Tetapi biasanya banyak kalahnya. Akhirnya ketika kalah, melakukan tindak pidana pencurian di luar sana, uang hasil mencuri dibuat judi lagi karena ingin dapat uang secara instan. Kalah mencuri lagi, akhirnya berurusan dengan polisi,” pungkas mantan Kapolres Pacitan itu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved