Berita Luar Negeri

Persiapan Acara Penobatan telah Dimulai, Ini Mahkota yang akan Dikenakan Pangeran Charles

Persiapan penobatan Pangeran Charles sebagai raja baru Inggris telah dilakukan. Salah satu persiapan adalah modifikasi mahkota St. Edward.

Penulis: Mardianita Olga | Editor: Aqwamit Torik
Instagram @theroyalfamily
Sebelah kiri adalah mahkota St Edward yang akan dikenakan Pangeran Charles (kanan) di hari penobatan sebagai raja baru Inggris pada 6 Mei 2023 di Westminister Abbey. 

TRIBUNMADURA.COM, MADURA - Berbagai persiapan penobatan Raja Inggris, Pangeran Charles saat ini sedang berlangsung.

Salah satunya adalah persiapan mahkota St Edward yang akan Charles pakai saat penobatan.

Mahkota ini diberi nama St Edward, dikabarkan telah meninggalkan Menara London untuk dimodifikasi pra-penobatan pada 6 Mei 2023 mendatang.

Hal ini diberitakan oleh pihak kerajaan pada Sabtu (3/12/2022).

Mahkota akan diperindah sebelum acara penobatan berlangsung.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Menurut tradisi, penyematan mahkota St. Edward ini akan dilakukan pada Charles, yang kini berusia 74 tahun, selama upacara penobatan di Westminster Abbey.

Mahkota itu dibuat untuk Charles II pada tahun 1661, sebagai pengganti mahkota abad pertengahan yang telah dilebur pada tahun 1649.

Sementara mahkota yang asli diperkirakan berasal dari Kerajaan Santo pada abad ke-11, Edward the Confessor, Raja Anglo-Saxon terakhir dari Inggris.

Istana menginformasikan bahwa mahkota St. Edward secara historis digunakan pada saat penobatan.

Sebelumnya, Ratu Elizabeth II juga mengenakan mahkota ini saat penobatannya pada 1953 silam.

Menurut istana, Raja Inggris Charles III juga akan mengenakan mahkota negara kekaisaran selama kebaktian.

Mahkota itu dibuat oleh Royal Goldsmith, Robert Vyner, yang didesain pada abad pertengahan, 1661.

Mahkota ini dibentuk mengikuti aslinya yaitu empat salib pattée, empat fleurs-de-lis, dan dua lengkungan.

Mahkota ini terbuat dari bingkai emas padat dengan batu rubi, batu kecubung, safir, garnet, topas, dan turmalin, dan dihiasi beludru dengan pita cerpelai.

Menurut informasi, orang-orang yang menghadiri upacara penobatan Charles kemungkinan akan turun dibandingkan dengan prosesi penobatan Elizabeth yang meninggal pada usia 96 tahun.

Penobatan Charles diketahui akan dihadiri sekira 2,000 orang.

Sementara jemaah yang menghadiri penobatan Elizabeth sebanyak 8,000 orang hingga berdesakan di Biara pada 1953.

Namun, orang dalam istana tetap meyakinkan acara kenegaraan yang unik ini akan tetap memiliki kemegahan dan tradisi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved