Berita Madura

BPBD Pamekasan Ajak Masyarakat Ikut Antisipasi Bencana, ada Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan

BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, pihaknya membutuhkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi bencana, termasuk bencana banjir. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin mengecek perlengkapan kesiapan antisipasi bencana alam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, mengajak semua lapisan masyarakat bersama-sama mengantisipasi terjadinya bencana alam pada musim penghujan ini.

Kasi Sarana Prasarana BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, pihaknya membutuhkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi bencana, termasuk bencana banjir. 

Salah satu yang harus menjadi perhatian masyarakat adalah tidak membuang sampah sembarangan.

"Kemudian juga membersihkan selokan yang diperkirakan sudah mampet, jangan buang sampah ke sungai. Karena, setiap kali kami lakukan pembersihan, masih ada kasur, popok bayi, bahkan ada kursi. Ini kan aneh," kata Budi Cahyono, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Inilah Top 5 Best Performance Pawai OPD Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke 492, Bupati Ajak Berinovasi

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan di GoogleNews TribunMadura.com

Ketua Tim Reaksi Cepat BPBD itu juga menyampaikan, menjaga lingkungan agar tetap bersih untuk mengantisipasi terjadinya bencana merupakan tugas bersama, karena tidak mungkin pemerintah kabupaten (pemkab) mampu melakukan semuanya dengan personil yang terbatas. 

Serta kemungkinan lain yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain harus menjadi tanggungjawab bersama.

"Kalau ada hujan, berteduhlah di tempat yang aman. Jangan sekali-kali berteduh di bawah pohon, atau di dekat reklame. Selain dikhawatirkan pohon dan reklame itu tumbang, dikhawatirkan kita diikuti kilat dan petir itu akan menyambar kita yang sedang berteduh tersebut," terangnya.

Dia juga berharap, masyarakat juga ikut serta mengecek aliran air di perbukitan yang terlihat keruh, khawatir ada gerusan air yang menyebabkan tanah longsor. 

Sehingga, antisipasi bencana dapat dilakukan sejak dini. 

"Rumah yang dibangun di lereng perbukitan itu sangat rentan, sehingga jangan ditebas langsung terjal. Tetapi berilah terasiring, agar ketika ada longsoran tidak langsung berhamburan ke rumah yang ditempati itu," urainya.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim penghujan terjadi sampai maret 2023, yang puncaknya terjadi sekitar bulan Januari dan Februari 2023.

"Untuk itu, kita berharap kepada masyarakat, kita dibantu dengan kesadaran masyarakat. Karena kemampuan kita terbatas. Kita maksimalkan bersama OPD terkait melakukan antisipasi, membersihkan sampah-sampah di kaki jembatan, dan yang lainnya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved