Berita Madura

Niat Istri Tengok Suami Jadi Petaka dan Pelik, Malah Dikeroyok Istri Tua dan Mertua, Fakta Terkuak

Teras rumah suami sirinya, AF menjadi saksi bisu atas aksi pengeroyokan oleh dua perempuan; SM (38) dan MT (60), warga Desa Lantek Timur, Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Dua terlapor kasus pengeroyokan, SM (38) dan MT (60), warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan ketika memberikan keterangan di hadapan Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Risna Wijayanti, Selasa (6/12/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yang salah.

Ungkapan tersebut mewakili gambaran kegundahan hati perempuan berinisial SS (25), warga Kecamatan Camplong, Sampang, Madura. 

Sosok pria berinisial AF yang dinikahi beberapa bulan lalu, ternyata adalah suami dari perempuan lain  . 

Teras rumah suami sirinya, AF menjadi saksi bisu atas aksi pengeroyokan oleh dua perempuan; SM (38) dan MT (60), warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan, Sabtu (3/12/2022) siang.

Baca juga: Tingkah Aneh RNA Usai Habisi Anak dan Aniaya Istri, Sempat Ngopi Hingga Akui Punya Target Lain

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

SM tidak lain adalah isteri tua, sedangkan MT adalah ibu kandung dari AF atau mertua dari terlapor SM.

Duel tidak seimbang itu menyebabkan SS menderita luka di bagian kepala dan luka memar di bagian lengan kanan.

SS pun terpaksa dilarikan ke Puskesmas Galis, Bangkalan.

“Pelapor SS mendapatkan tiga jahitan di bagian kepala. Terdapat pula luka memar bekas gigitan di lengan kanannya. Dua orang terlapor adalah isteri tua dan ibu kandung dari AF,” ungkap Kapolsek Galis, Iptu Bagus Setioko Dharmawan, Selasa (6/12/2022).

Awalnya, korban SS mendatangi rumah suami sirinya dengan membawa segudang perasaan sedih, bimbang, dan gelisah yang membuncah.

Pasalnya dalam beberapa pekan terakhir, AF tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi, tanpa kabar, dan tidak pula memberikan nafkah.

“Di situlah pangkal persoalannya. Ketika korban mendatangi rumah AF dengan maksud menanyakan kenapa tidak pernah pulang dan tidak pernah menafkahi, di situlah korban bertemu dengan keluarga AF, terjadi cekcok hingga pengeroyokan dan berujung pemukulan,” jelas Bagus.

Di hadapan penyidik Unitreskrim Polsek Galis, MT mengakui telah memukul kepala hingga menggigit lengan kanan pelapor.

SM juga mengaku telah memukul bagian kepala pelapor dengan pisau dapur.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved