Berita Madura

Demi Lestarikan Bahasa Madura, Komunitas Dhu’ Remmek Gelar Lomba Pidato Berbahasa Madura

Demi melestarikan Bahasa Madura dan Budaya Madura, komunitas Dhu’ Remmek Pamekasan, akan menggelar lomba pidato berbahasa Madura dan puisi

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Istimewa
Banner lomba pidato bahasa Madura yang digelar Komunitas Dhu’ Remmek di Pamekasan 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Bahasa Madura yang kini mulai ditinggalkan warga Madura, membuat prihatin.

Karena itu, untuk melestarikan Bahasa Madura dan Budaya Madura, komunitas Dhu’ Remmek Pamekasan, akan menggelar lomba pidato berbahasa Madura dan puisi berbahasa Madura.

Lomba ini akan digelar di Kafe Literasi, di belakang kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusrsip) Jl Jokotole, Pamekasan. Untuk lomba pidato berbahasa Madura, dilaksanakan mulai Selasa – Kamis (20-22/12/2022). Sedang lomba puisi berbahasa Madura, mulai Jumat – Senin (23-26/2022)

Ketua Panita Pelaksana lomba, Prama Jaya, kepada SURYA, Jumat (9/12/2022) mengatakan, lomba pidato berbahasa Madura, pesertanya dikhsuuskan dari kalangan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kana, SD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP, Madrasah Stanayiwah, SMA, SMK dan guru Madrasah Aliyah (MA) di Pamekasan.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Raih Penghargaan dari Kemenkes RI, Bupati Baddrut Tamam Ajak Layanan Harus Prima

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan di GoogleNews TribunMadura.com

“Kami gelar lomba ini semata-mata demi melestarikan dan mengembangkan budaya Madura. Karena kami memiliki kewajiban moral untuk mendorong agar bahasa dan budaya Madura ini tetap lestari, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Prama Jaya.

Dijelaskan, kenapa lomba pidato berbahasa Madura ini pesertanya dikhususkan hanya guru, karena guru merupakan garda terdepan yang bisa memberikan contoh dan tauladan, bagaimana berbahasa Madura yang baik dan benar. Dan tentunya dalam berpidato ini menggunakan bahasa kromo inggil.

Dikatakan, walau di antara pesertanya nanti pastinya banyak dari kalangan guru pengajar Bahasa Madura yang sudah fasih dan mahir berbahasa Madura, belum tentu guru bukan pengajar Bahasa Madura, tidak bisa berbahasa Madura yang baik dan benar.

Pihaknya yakin, juga di antara guru bukan pengajar Bahasa Madura, juga bisa berbahasa yang baik dan benar.

Pendaftaran ini sudah dibuka sejak seminggu lalu dan ditutup pada Sabtu (17/12/2022).

“Sejak pendaftaran dibuka, banyak yang sudah mendaftar. Bahkan beberapa guru dari luar Pamekasan ikut mendaftar. Namun kami tolak, karena ini khusus guru di Pamekasan,” kata Prama Jaya.

Diungkapkan, lomba ini digelar memperingati Hari Jadi Komunitas Dhu’ Remmek ke 4. Dan lomba seperti ini baru pertama kali digelar di Pamekasan.

“Untuk lomba puisi ini, pesertanya dikhususkan bagi kalangan siswa SD, MI, SMP dan sederajat,” ujar Prama Jaya, yang menyatakan, komunitas Dhu’ Remmek, merupakan komunitas yang bergerak di bidang pelestarian bahasa dan budaya Madura

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved