Berita Lumajang

Inilah Tampang Orang Tua yang Sekap Anak Kandung dan Siram Air Panas, Terkuak Motifnya Karena BAB

Motif AL menyiram air panas ke tubuh anaknya lantaran kesal dengan kelakuan anaknya

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Erwin Wicaksono
Pelaku penganiayaan anak di Lumajang. Terungkap motif tersangka menyekap anak kandung karena emosi sang anak buang air besar 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Terungkap pelaku penyiraman air panas kepada bocah berinisial AWS (6) asal Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengungkapkan jika penganiayaan diduga dilakukan oleh tersangka berinisial AL (40) yang tak lain adalah ayah kandung dari korban. AL juga diduga melakukan penyiraman air panas ke beberapa bagian tubuh anaknya.

Motif AL menyiram air panas ke tubuh anaknya lantaran kesal dengan kelakuan anaknya.

"Sang ayah baru kembali dari Bali. Mungkin bapaknya tempramen, karena mungkin sang anak buang air kecil dan besar semberangan, membuat orang tua. Sehingga membuat orang tuanya emosi," ujar Dewa ketika dikonfirmasi pada Senin (12/12/2022).

Usai diduga menyiram air panas, tersangka yang penuh emosi tersebut lantas meraupkan tinja ke wajah anaknya.

Baca juga: Respon Bupati Lumajang Terkait Adanya Kasus Anak Disekap Orang Tua dan Disiram Air Panas

"Saat ditemukan wajah sang anak penuh dengan kotorannya sendiri. Ini sangat tidak dibenarkan karena anak harusnya dididik dan diperlakukan dengan baik," papar Kapolres.

Polisi menduga aksi kekerasan tersangka terhadap anaknya sudah terjadi sejak 4 bulan. Semenjak tersangka pulang dari Bali bekerja sebagai buruh.

Korban juga diduga disekap, untuk menutupinya tersangka membuat alibi jika anaknya tersebut dititipkan ke gurunya.

Paman korban yang curiga langsung mendatangi rumah keponakannya. Benar saja, AWS ditemukan pamannya dalam kondisi yang memilukan.Sang paman mendapati kondisi korban penuh luka

Informasi lengkap dan menarik Lumajang lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Kasus ini bermula ketika paman mencari keberadaan korban yang katanya dititipkan di rumah seorang guru. Namun sang paman mendapati korban di rumah dengan luka di tubuh korban. Paman korban bernama Janoto langsung melaporkannya ke pihak desa dan meneruskannya ke kami,"

Perihal adanya dugaan keterlibatan istri tersangka dalam  kasus ini, Kapolres mengaku masih akan melakukan pendalaman.

"Apakah nanti istrinya terlibat masih kami dalami. Sang anak saat ini masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit," ujarnya.

Terakhir, akibat perbuatannya tersangka disangka melanggar UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga

"Tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara," tutup Dewa.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved