Berita Banyuwangi

Ngaku Sebagai Donatur dan Orang Kaya hendak Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan, Residivis Embat Mobil

Modusnya, residivis itu berpura-pura ingin menyumbangkan bantuan ke yayasan yatim piatu yang ada di Banyuwangi

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Aflahul Abidin
Ungkap beberapa kasus kriminal di Mapolresta Banyuwangi, Senin (26/12/2022). Kasus yang diungkap termasuk pencurian mobil. 

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - FTL (55), warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi mengembat mobil minibus milik kenalannya.

Modusnya, residivis itu berpura-pura ingin menyumbangkan bantuan ke yayasan yatim piatu yang ada di Banyuwangi.

Kini, FTL telah ditangkap dan ditahan anggota Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Tersangka mengembat mobil milik kenalannya, HS (62), warga Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.

Tersangka dan korban tergolong teman baru. Korban mengenal tersangka karena tersangka mengaku sebagai donatur yang biasa menyalurkan bantuan untuk pondok pesantren dan yayasan yatim piatu.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja menjelaskan, sebelum mengembat mobil, tersangka telah beberapa kali menginap di rumah korban.

Saat menginap itu, tersangka meyakinkan korban bahwa dirinya memiliki banyak uang dan tengah mencari pondok pesantren atau yayasan untuk menyumbang.

"Pada suatu waktu, tersangka menginap di rumah korban selama seminggu. Ia kemudian mengajak korban ke Banyuwangi dengan modus akan menyalurkan bantuan," kata Agus, saat ungkap kasus, Senin (26/12/2022).

Mereka kemudian berangkat ke Banyuwangi menaiki mobil milik korban. Sebuah mobil Suzuki APV keluaran tahun 2005.

Baca juga: Sambut Malam Misa Natal, Sterilisasi Sejumlah Gereja Dilakukan Polresta Banyuwangi

Di Banyuwangi, tersangka mengajak korban menemui seorang temannya. Teman tersebut, kata Agus, juga tak lepas dari tipu muslihat tersangka.

"Kebetulan temannya itu bekerja di yayasan yatim piatu. Ia juga dibohongi bahwa tersangka akan menyumbangkan uang di tempatnya bekerja," kata dia.

Mereka bertiga kemudian berangkat ke yayasan yatim piatu di Kecamatan Pesanggaran. Di sana,  ketiganya juga bertemu dengan pemilik yayasan.

"Kepada pemilik yayasan, tersangka juga menyampaikan bahwa akan menyalurkan bantuan. Tapi, katanya, uangnya masih dibawa oleh seorang teman lain," lanjut dia.

Sambil menunggu pembawa uang itu datang, tersangka mengajak kedua temannya singgah di sebuah rumah kosong di Desa Pesanggaran untuk beristirahat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved