Berita Madura

Akal Bulus Pria Bangkalan Minta Jatah Rp75 Juta Hasil Jual Tanah Warisan, Buat Kulakan Sabu

Ia meminta jatah senilai Rp 75 juta dari hasil penjualan tanah warisan keluarga dengan alasan untuk perbaikan rumahnya.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Pengedar sabu, MM (36), warga Desa Benangkah, Kecamatan Burneh di hadapan penyidik Satnarkoba Polres Bangkalan mengaku bahwa jatah uang senilai Rp 75 juta dari penjualan tanah warisan dihabiskan untuk kulakan sabu seberat 1 Ons, Rabu (25/1/2023) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tergiur mendapatkan keuntungan berlipat dalam waktu singkat, MM (36), warga Desa Benangkah, Kecamatan Burneh bertindak culas dengan membohongi keluarga besarnya. Ia meminta jatah senilai Rp 75 juta dari hasil penjualan tanah warisan keluarga dengan alasan untuk perbaikan rumahnya.

Akal bulus MM itu terungkap ketika anggota Satnarkoba Polres Bangkalan menemukan barang bukti berupa sejumlah 189 buah poket sabu dalam penggerebekan di rumahnya pada 10 Januari 2023. Barang bukti siap jual mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu itu diakui MM di hadapan penyidik, Rabu (25/1/2023).

“Saya meminta bagian (Rp 75 juta) dengan alasan untuk merenovasi rumah. Karena itu saya diberi bagian,” tutur MM dengan nada lirih di hadapan anggota penyidik serta Kasat Narkoba Polres Bangkalan, Iptu Muhlis Sukardi.

Ia mengakui, jatah uang sebesar Rp 75 juta dari hasil penjualan tanah warisan keluarga itu habis untuk kulakan sabu seberat satu Ons kepada salah seorang pria bernama Heri. Namun barang bukti yang berhasil disita pihak kepolisian saat penggerebekan menyisakan seberat 49,89 Ons.

“Saya baru enam bulan berjualan sabu, separuh (sabu) sudah terjual. Bermodalkan Rp 75 juta dari hasil sangkolan (warisan). Si Heri bilang, uang saya nanti bisa bertambah hingga Rp 140 juta. Tapi saya tidak merasakan sebesar itu hasilnya, karena juga untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkas MM.

Baca juga: Predator Seksual di Bangkalan Sasar Anak di Bawah Umur, Terbaru Siswi Madrasah Dilecehkan OTK

Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengungkapkan, penggerebekan rumah tersangka MM merupakan tindak lanjut atas informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa sering terjadi aktivitas mencurigakan dalam beberapa bulan terakhir.

“Awalnya tersangka MM membeli satu ons, tetapi setengah Ons nya sudah laku dijual. Dia beli dananya bersumber dari jual warisan tanah, untuk kulakan sabu. Dengan harapan lekas mendapatkan untung,” ungkap Wiwit di hadapan awak media.

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Atas tindakannya, MM terancam kurungan pidana minimal selama 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. Sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ketika ditangkap tersangka MM sempat melarikan diri, melakukan perlawanan, sempat juga membuang barang bukti melalui jendela. Narkoba jenis sabu itu diakui didapat dari Heri, ini DPO kami,” tegas Wiwit. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved