Berita Madura

Update Kasus Polisi Jual Istri, Bhayangkari Istri Anggota Polres Pamekasan Cabut Laporan di Denpom

MH menyatakan permohonan pengaduan anggota TNI di Madura berinisial MSW yang diduga ikut terlibat dalam kasus kekerasan seksual telah resmi dicabut

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi polisi - Update kasus polisi jual istri, Bhayangkari cabut laporannya di Denpom 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - MH, Bhayangkari Polres Pamekasan mencabut pengaduannya ke Detasemen Polisi Militer V/4 Surabaya perihal dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh MSW, salah satu anggota TNI di Madura.


Perempuan kelahiran 1981 itu mengatakan, tanggal 29 Desember 2022 lalu, ia melaporkan suaminya, Aipda AR dan kawan - kawannya atas dugaan perbuatan kekerasan seksual ke Polda Jatim.


Namun pengaduan Nomor TPSP2/P/540/XII/2022/YANDUAN itu kini dicabut di Polda Jatim dan kasus ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan.


"Saya mohon kepada Komandan Polisi Militer untuk tidak melanjutkan penanganan atas laporan perkara ini," kata MH, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Update Istri Polisi Jadi Korban Kekerasan Seksual: Anggota TNI yang Ikut Terseret, Bantah Tuduhan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


MH menyatakan permohonan pengaduan anggota TNI di Madura berinisial MSW yang diduga ikut terlibat dalam kasus kekerasan seksual tersebut telah resmi dicabut.


Dihubungi terpisah, Pengacara MSW, Sulaisi Abdurrazaq mengatakan, pencabutan pengaduan ke Detasemen Polisi Militer V/4 Surabaya yang dilakukan oleh MH ini merupakan perdamaian yang sangat baik dalam keadilan dan konsep hukum.


Menurut dia, penyelesaian dengan cara perdamaian itu lebih maslahat daripada penyelesaian melalui mekanisme hukum.


Alasannya, karena penyelesaian melalui mekanisme hukum tersebut para pihak yang berselisih itu belum tentu merasa adil.


Namun penyelesaian masalah melalui mekanisme islah dan mediasi ini lebih dirasakan keadilannya.


"Keadilan yang mengembalikan kepada kondisi semula menurut saya adalah konsep keadilan paling baik di antara konsep keadilan yang lain," kata Sulaisi Abdurrazaq.


Sulaisi menyambut positif terhadap pencabutan pengaduan tersebut.


Sedari awal pihaknya tegas menyatakan, bila pengaduan dari pelapor itu benar, maka minta agar dibuktikan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved