Berita Surabaya

Lowongan Kerja Malah Jadi Modus Pencurian, Pencari Kerja ini Kehilangan Motornya saat Pelaku Beraksi

Terdakwa sejak awal ternyata sudah berusaha merancang skenario supaya tidak terlacak. Postingan loker abal-abal itu diposting di fake akun

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Tony Hermawan
Jaksa membacakan surat dakwaan kepada Saiful Rachmad di PN Surabaya terkait lowongan kerja jadi modus pencurian motor 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Saiful Rachmad melakukan penipuan lowongan kerja untuk mencuri sepeda motor.

Akibatnya, seorang pencari kerja  kehilangan motor Honda Revo.

Walhasil, Saiful kini diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Korban kasus ini ialah Wahyu Thohal Arrobi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anang Arya Kusuma mengatakan penipuan ini bermula terdakwa membuat lowongan pekerjaan di Facebook dengan nama grup loker Surabaya, Indoprima Surabaya

Terdakwa sejak awal ternyata sudah berusaha merancang skenario supaya tidak terlacak. Postingan loker abal-abal itu diposting di fake akun bernama Ermana Amir.

Baca juga: Ponsel Warga Sumenep Dicuri Maling di Rumah Sakit Pamekasan, Gelagat Pencuri Terekam CCTV

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Rupanya lowongan ini membuat Wahyu Thohal Arrobi tertarik dan ingin bergabung di perusahaan tersebut. Korban menghubungi terdakwa melalui inbox Facebook. 


Keduanya lalu sepakat membuat janji bertemu pada hari Minggu, 24 Juli 2022 di Jalan Balongsari Praja, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes Surabaya.


Layaknya pelamar kerja pada umumnya, korban saat bertemu terdakwa membawa sejumlah berkas lamaran kerja. Ketika bertemu, Saiful mengecek lamaran Wahyu. Saiful kemudian bilang kalau surat lamaran Wahyu kurang keterangan sehat.


"Padahal hal tersebut hanya akal-akalan terdakwa,"jelas Jaksa Anang.


Kemudian, Wahyu diajak Saiful pergi ke ke Klinik Pusura di Jalan Balongsari Tama, Surabaya untuk membuat Surat Keterangan Sehat tersebut. Mereka berangkat boncengan. Yang nyetir Saiful.


Keduanya lantas masuk bersama-sama ke dalam klinik. Setelah Wahyu mendaftar dan masuk ke dalam ruang periksa, Saiful ternyata lari menggondol sepeda motor Honda Revo hitam nopol W 4265 OH. Nah, di dalam jok motor rupanya terdapat STNK motor.


Wahyu pun kebingungan mencari Saiful.  Ditambah lagi, sepeda motornya tidak ada di area parkir. Ia lantas menghubungi Saiful. Tapi panggilan tersebut tidak tersambung.


Wahyu pun sadar menjadi korban penipuan. Lantas, ia melaporkan kejadian itu ke polisi.  "Akibat perbuatan terdakwa, saksi Wahyu mengalami kerugian materi sebesar Rp 6 juta,"pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved