Berita Tuban

Jambret Ibu-ibu di Tuban Terekam CCTV, Pelaku Dicokok Polisi di Rumah

Diberitakan sebelumnya, Hartin, seorang ibu asal Kelurahan Sidomulyo, kecamatan setempat menjadi korban jambret pada Kamis (12/1/2023), pagi

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/M Sudarsono
Pelaku jambret ibu-ibu saat diamankan Satreskrim Polres Tuban 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Kasus penjambretan yang terjadi di jalan ronggolawe, Kecamatan Tuban, menemui titik terang. 

Diberitakan sebelumnya, Hartin, seorang ibu asal Kelurahan Sidomulyo, kecamatan setempat menjadi korban jambret pada Kamis (12/1/2023), pagi. 

Aksi penjambretan tersebut terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV), milik toko di wilayah sekitar. 

Pelaku yang mengambil paksa tas berisi uang Rp 130 ribu dan hand phone, sempat menghilang hampir satu bulan hingga akhirnya diringkus polisi. 

"Pelaku jambret yaitu N (31) sudah ditangkap," kata Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya saat ungkap kasus, Senin (6/2/2023). 

Perwira menengah itu menjelaskan, setelah aksinya viral kemudian pelaku menghilangkan jejak. 

Tim reskrim yang melakukan penyelidikan mengendus keberadaan pelaku saat berada di sebuah rumah Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban

"Sudah ditangkap kini diproses hukum, dijerat pasal 362 KUHP ancaman lima tahun penjara," pungkasnya didampingi Kasat Reskrim, AKP M Gananta. 

Sebelumnya diberitakan, korban yang saat itu berjalan dari arah barat di jalan ronggolawe, tiba-tiba tas yang dibawa dirampas oleh pria yang tidak diketahui identitasnya, pada Kamis (12/1/2023). 

Baca juga: Isu Penculikan Bocah TK Bikin Heboh Warga Tuban, Kapolres Tuban Beri Konfirmasi: Hoaks

Pria tersebut mengendarai motor warna hitam, menggunakan helm dan masker, dengan cepat merampas barang berharga milik Hartin, warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban

"Benar ada aksi penjambretan, kemarin pagi kejadiannya," kata saksi warga setempat, Fida ditemui di lokasi, Kamis (13/1/2023). 

Ia menjelaskan mengetahui kejadian tersebut, sebab saat ada teriakan dari korban saksi berada di dalam rumah. 

Kemudian ia keluar berusaha lari mengejar pelaku, namun tidak kena. 

Fida menambahkan, dari keterangan saat itu atas tas yang dijambret, korban mengaku kehilangan uang tunai dan hand phone. 

"Saya kejar, tapi larinya kencang karena mengendarai motor. Katanya mau belanja ke swalayan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved