Berita Bangkalan

Pekerjaan PLN Satu Titik Gangguan Pasokan Listrik ke Pulau Madura di Sisi Bangkalan Teratasi

Ratusan personil yang terdiri dari tim pemeliharaan, konstruksi, hingga engineering dari berbagai lintas unit PLN itu langsung melakukan penyisiran

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Personil relawan PLN se Jawa-Bali bekerja selama 24 jam dengan sistem shift, mereka tak terusik dengan terpaan angin kencang, guyuran gerimis, bahkan terjangan hujan lebat. Pemulihan gangguan di JP 17 sisi Bangkalan pun akhirnya selesai dikerjakan, Minggu (12/2/2023) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Mereka yang mampu berdiri setelah diterjang badai, tidak akan terusik hanya karena gerimis.

Begitulah gambaran selama 24 jam dengan sistem shift dari 262 personil relawan PLN se Jawa-Bali bekerja di kawasan Jembatan Suramadu. Eksekusi pemulihan gangguan di titik sambung Joint Pit (JP) 17 sisi Bangkalan pun akhirnya selesai dikerjakan.

Sejak tiba di kawasan Jembatan Suramadu pada Sabtu (4/2/2023), ratusan personil yang terdiri dari tim pemeliharaan, konstruksi, hingga engineering dari berbagai lintas unit PLN itu langsung melakukan penyisiran di sejumlah titik.

Hingga hari ke 9 atau Minggu (12/2/2023), selama 24 jam dengan sistem shift, mereka tak terusik dengan anomali cuaca di Bangkalan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Tim Teknisi PLN Temukan Titik Gangguan di SKTT Area Suramadu, Segera Gantikan Kabel yang Baru

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Terpaan angin kencang, guyuran gerimis, bahkan terjangan hujan lebat tak menyurutkan mereka melakukan perbaikan. Mereka dibekali perangkat canggih High Voltage (HV) Test untuk mendeteksi gangguan.

“Meski di tengah cuaca hujan sekalipun, alhamdulillah eksekusi pemulihan gangguan di titik sambung JP 17 sisi Bangkalan selesai dikerjakan. Tekad kami tetap, berharap masyarakat Madura dapat segera menikmati listrik seperti sedia kala.,” ungkap Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pamekasan, Feri Asmoro, Minggu (12/2/2023).

Proses perbaikan langsung dimulai, Kamis (9/2/2023), ketika PLN berhasil menemukan dua titik gangguan, yakni pada Saluran Kabel Tinggi (SKTT) kabel tanah di titik sambung atau JP 17 sisi Bangkalan dan JP 5 sisi Surabaya.

Pekerjaan perbaikan meliputi penggelaran kabel, pemotongan, dan dilanjutkan dengan penyambungan atau jointing pada dua sisi titi kerusakan.

Feri menjelaskan, saat ini personil PLN tengah melakukan pekerjaan perbaikan gangguan yang berada di JP 5 sisi Surabaya begitu eksekusi pemulihan gangguan di titik sambung JP17 sisi Bangkalan telah selesai dikerjakan.

“Setelah titik gangguan selesai dikerjakan, tahap berikutnya adalah uji coba pemberian tegangan atau energize. Kemudian dilakukan pembebanan bertahap,” jelasnya. 

Kerusakan pada SKTT 150 kV kabel tanah di JP 17 sisi Bangkalan dan JP 5 sisi Surabaya itu terjadi pada Jumat (3/2/2023) sekitar pukul 15.13 WIB. Beberapa jam kemudian, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban atau pemadaman bergilir per 3 jam secara bertahap, dengan pengaturan daya listrik yang padam antara 20 - 100 MW di empat kabupaten di Pulau Madura.

Jumlah pelanggan yang terdampak atas gangguan teknis tersebut sebanyak 342.595 atau 32 persen dari total 1.059.523 pelanggan PLN di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Upaya optimalisasi pelayanan listrik sementara, Gerakan Peduli Madura pun digalang unit-unit PLN se Jawa-Bali dengan mengirimkan bantuan berupa 96 buah genset mobile hingga 12.295 buah lampu darurat.

Operasional puluhan genset mobile itu diprioritaskan untuk objek-objek vital layanan masyarakat seperti rumah sakit, puskesmas, kantor polisi, koramil, masjid, hingga pondok pesantren di Pulau Madura.

“Kami berharap para pelanggan tetap bersabar. Apabila terdapat gangguan kelistrikan, bisa disampaikan melalui melalui aplikasi PLN Mobile,” pungkas Feri.

Sementara Plt Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM mengungkapkan, pada dasarnya segenap masyarakat Bangkalan memahami pemberlakukan manajemen beban atau pemadaman bergilir per 3 jam sebagai dampak terjadinya gangguan.

“Kepada ratusan personil di lapangan yang tengah menangani gangguan, terus semangat dan bekerja sebaik-baiknya agar segera dapat menyelesaikan gangguan ini. Kepada para tokoh masyarakat dan masyarakat secara luas, agar dapat memahami kondisi ini. Mohon bersabar dan terus berikan dukungan,” singkat Mohni. 

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved