Berita Lamongan

Ulah Emak-emak di Lamongan Bikin Arisan Bodong, Tipu Tetangga Sendiri Ambil Untung Puluhan Juta

Pada  korbannya, pelaku menjanjikan arisan yang dipindah tangankan (dijual) ke korban segera diterimakan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Pelaku penipuan, Umu Syaidah (40) diamankan polisi, Kamis (3/3/2023) 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Emak-emak warga  Desa Tawangrejo ini cukup pintar mendapatkan uang dengan cara instan. Pelaku mampu meraup rupiah yang cukup banyak.

Hanya saja, cara Umu Syaidah (40) ini tidak dibenarkan menurut tatanan hukum apapun. Karena ia melakukan penipuan dengan modus jual arisan.

Pada  korbannya, pelaku menjanjikan arisan yang dipindah tangankan (dijual) ke korban segera diterimakan.

Namun ternyata arisan yang dijual ke korban itu tidak ada, alias fiktif. "Pelaku sudah diamankan atas laporan dua orang korbannya,” kata  Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro kepada Surya.co.id, Kamis  (2/3/2023).

Modus pelaku terungkap, pada 15 Oktober 2022, pelaku menawarkan arisan kepada dua korbannya, Satu diantara dua korban, Siti Khoiriyah  diminta untuk mengganti atau membeli arisan miliknya  sebesar Rp30 juta. 

“Modusnya,  pelaku menawarkan arisan Rp30 juta kepada korban. Dan dijanjikan sebulan kemudian korban akan mendapatkan Rp40 juta, " ungkap Anton.

Mendapati tawaran itu, korban tergiur  hingga  memutuskan untuk membeli arisan milik korban. Korban percaya karena pelaku masih satu desa dengannya.

Korban hanya mampu membeli arisan itu dengan harga Rp27 juta. Transaksi pun disepakati dan dibayar. Sukses aksi pertama, kemudian pada  21 Oktober 2022, pelaku kembali menawarkan hal serupa kepada korban. Untuk arisan kedua ini, pelaku menawarkan dengan harga Rp15 juta. 

Namun korban hanya mampu membelinya sesuai dengan kemampuan keuangannya Rp 13, 5 juta. " Jadi bu Siti ini kena tipu dua kali, " kata Anton.

Baca juga: Heboh di Facebook Kehilangan Miliaran Rupiah karena Arisan Bodong di Lumajang, Polisi Cari Info

Korban tidak menduga, tetangganya itu tega menipunya. Ia baru sadar tertipu setelah janji pelaku  jatuh tempo, uang arisan itu tidak juga ditangannya.

Siti berulangkali menanyakan pada pelaku, tetap saja tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. " Banyak alasan, " kata Siti pada penyidik.

Akhirnya korban menanyakan ke beberapa pengurus arisan yang disebut pelaku. Hasilnya, arisan yang dijanjikan oleh pelaku itu fiktif.

Korbanpun tersulut kemarahannya dan melapor ke Polres Lamongan dengan menyertakan barang bukti 3 lembar kwitansi yang ditandatangani pelaku.

"Satu korban ini menderita kerugian Rp 40.500.000, " kata Anton.

Selain korban Siti, ada seorang korban lain yang juga sudah melapor. Saksi korban kedua ini perkaranya ditangani Unit IV Pidek.

Berkembang, aksi tersangka ini sudah menelan  banyak korban. Hanya mereka belum melapor ke polisi.

Sementara, pelaku Umu sudah diamankan polisi. Penyidikannya masih didalami penyidik.

Uang yang dari hasil menipu dipakai pelaku untuk membangun rumah dan juga kebutuhan keluarga.

"Pelaku penipuan dan penggelapan ini  dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP,” kata Anton.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved