Berita Viral

Reaksi Aneh Istri yang Hidup dengan Jasad Suami & Anak, Ngaku Tak Kenal Korban, Dokter Kebingungan

Istri yang ditemukan hidup dengan jasad suami dan anaknya memberikan reaksi aneh. Dokter yang menangani sampai bingung.

TribunJakarta.com
Istri yang hidup dengan jasad suami dan anaknya selama 2 minggu mengaku tak mengenali korban. Tak hya itu, reaksi sang istri membuat dokter yang menangani nya kebingungan. 

TRIBUNMADURA.COM - Terkuak reaksi istri yang hidup dengan jasad suami dan anaknya selama dua minggu di Koja, Jakarta Utara, Sabtu (28/10/2023).

Dokter yang menangani pertama kali sang istri memberikan sejumlah pengakuan.

Menurut dokter tersebut, ekspresi wajah istri bernama Nur Hikmah terbilang membingungkan.

Terlebih, Nur Hikmah sempat mengaku tak mengenal sosok suami yang tewas di depannya.

Perlu diketahui sebelumnya, Nur Hikmah dan anak sulungnya ditemukan warga bersama jasad suaminya, Hamka (50), dan anak bungsunya, Abid Qushayyi Akma (2).

Nur yang terlihat linglung saat itu langsung dibawa ke dokter umum terdekat terlebih dahulu.

Baca juga: 2 Minggu Istri Hidup dengan Jasad Suami & Anak, Ditemukan Seperti Mayat Hidup, Ada Darah di Tubuh

Setelah sampai di klinik, dia ditangani oleh dr. Diana.

Sang dokter sempat dibuat heran dengan pengakuan Hikmah.

Begitu juga dengan reaksi wanita berusia 32 tahun itu.

Menurut Diana, Nur Hikmah mengaku Hamka bukanlah suaminya.

"Dia nggak tahu, dia tidak mengenal itu suaminya, dia bilang bukan suaminya itu," ucap Diana saat ditemui di kliniknya, Selasa (31/10/2023).

Menurut dokter klinik umum ini, Hikmah sama sekali tidak menangis meskipun faktanya sang suami Hamka dan anak bungsunya yang masih bayi tewas di depan matanya.

"Dia tidak nangis sama sekali, anaknya juga tidak nangis sama sekali," kata Diana, seperti dilansir TribunMadura.com dari TribunSumsel.com, Rabu (1/11/2023).

Menurut Diana, Hikmah hanya terlihat seperti orang depresi ketika sudah tiba di klinik.

Wanita itu juga linglung saat dokter melontarkan sejumlah pertanyaan.

Baca juga: Kaki Siswa SD di Bekasi Harus Diamputasi seusai Disliding Teman, Ternyata Pelaku Sengaja

Diana juga mengungkapkan kondisi kesehatan ibu dan anak tersebut pada saat berada di klinik.

Keduanya sama-sama lemas dan tubuhnya seperti kekurangan asupan makanan.

Hikmah tampak seperti orang anoreksia. Ia juga mengeluhkan sakit di lambungnya kepada dokter.

"Kalau anaknya itu sebenarnya terlihat segar ya, dia lahap banget makan, apa aja ada makanan dimakan," ucap Diana.

dr. Diana (kiri) yang menangani Nur Hikmah pertama kali sejak dikeluarkan dari rumah yang terdapat jasad suami dan anaknya.
dr. Diana (kiri) yang menangani Nur Hikmah pertama kali sejak dikeluarkan dari rumah yang terdapat jasad suami dan anaknya. (TribunJakarta.com)

Hingga saat ini Hikmah masih menjalani perawatan dan pemeriksaan di RS Polri Kramat Jati, sementara anak perempuannya, Afida yang sudah sehat dipulangkan ke keluarga.

Polisi pun masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan jenazah ayah dan bayi membusuk ini.

Olah TKP sudah dilakukan berkali-kali.

Terkini, timbul dugaan bahwa Hamka dan Abid keracunan.

Kendati demikian, polisi masih mendalami penyebab sebenarnya kedua korban.

Melansir dari TribunJakarta.com, Selasa (31/10/2023)  Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh mengatakan, tim sudah dikerahkan untuk menganalisa dugaan-dugaan tersebut untuk memastikan penyebab tewasnya ayah dan anak itu.

"Toksikologi forensik juga kami pandang perlu guna mengidentifikasi ada tidaknya unsur-unsur keracunan obat-obat keras yang berhubungan dengan kematian almarhum," kata Iverson.

Baca juga: TERKUAK Kronologi Penangkapan 4 Pelaku Judi Togel di Sumenep

Sejak penemuan jenazah membusuk pada Sabtu pagi lalu, polisi sudah berkali-kali melakukan olah TKP di rumah tersebut.

Dalam setiap kali olah TKP polisi selalu mendapatkan alias mengambil barang bukti tertentu guna kepentingan penyelidikan.

Misalnya hasil olah TKP hari ini, polisi membawa sample cairan dan sisa-sisa makanan dari dalam rumah itu.

"Beberapa kantong yang dibawa dari TKP itu ada beberapa sampel yang kami ambil di TKP," ucap Iverson.

Adapun penemuan sebelumnya, usia kematian Hamka diperkirakan lebih 10 hari, sementara sang bayi 3 hari.

Ada juga temuan sisa-sisa darah di badan Hikmah yang masih ditelusuri keterkaitannya dengan kematian kedua korban.

Di sisi lain, setelah 2 tahun mengendap, kematian ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, menemukan titik terang.

Salah satu pelaku akhirnya menyerahkan diri dan membeberkan kejadian sebenarnya.

Diketahui sebelumnya, pada 18 Agustus 2021 dini hari, korban ibu dan anak ini ditemukan tewas di dalam bagasi Alphard hitam yang terparkir di garasi rumah Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subak, Jawa Barat.

Korban adalah Tuti Suhartini (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23).

Mereka ditemukan Yosef, suami dan ayah korban.

Kala itu, Yosef baru saja datang dari rumah istri keduanya, Mimin.

Baca juga: Mahfud MD Cawapres, Tokoh Besar Madura H Rawi Ubah Haluan Dukungan dari AMIN ke Ganjar: Otomatis

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah cara untuk mengungkap kasus tersebut. 

Dalam perjalanannya, kasus ini telah diambil alih Polda Jabar sejak 15 November 2021. 

Polda Jabar pun telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan kasus ini. 

Muhammad Ramdanu alias Danu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
Muhammad Ramdanu alias Danu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. (TribunSumsel.com)

Sejumlah langkah penyidikan pun dilakukan, di antaranya olah TKP sebanyak lima kali, dua kali otopsi jenazah, dan pemeriksaan 100-an saksi. 

Sketsa wajah terduga pelaku juga telah disebar ke semua kantor polisi. 

Selain itu polisi juga melakukan uji lab terhadap 49 DNA dan mencocokkan dengan profil kedua korban. 

Sebelumnya, polisi juga telah menemukan dua DNA asing di sekitar lokasi kedua korban. 

Sejak penyelidikan berlangsung, para saksi terdiri dari keluarga korban saling sindir dan menyimpan kecurigaan.

Namun kini, seorang pemuda bernama M Ramdanu atau Danu mengaku menjadi salah satu pelaku pembunuhan ibu dan anak itu.

Dia menyerahkan diri ke penyidik Polda Jabar, Senin (16/10/2023).

Danu merupakan keponakan Tuti yang juga menjadi staf di yayasan korban.

Danu lantas menjadi tersangka sekaligus menjadi saksi kunci pembunuhan.

Hal itu diakui oleh kuasa hukum Danu, Achmad Taufan.

"Ramdhanu sudah membeberkan semuanya terkait kasus pembunuhan ibu Tuti Suhartini dan anaknya Amelia Mustika Ratu. Bahkan Danu sendiri mengaku terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut," ujar Achmad Taufan, pengacara Danu, Selasa(17/10/2023), dilansir TribunMadura.com dari Kompas.com.

Ia juga menyebutkan kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jabatr sejak Selasa (17/10/2023) siang. 

"Danu mengakui sendiri terlibat langsung ada saat peristiwa Pembunuhan Keji yang menewaskan Ibu dan anak gadisnya tersebut. Sehingga penyidik langsung menetapkan tersangka," kata Achmad Taufan, Selasa malam. 

Terkait Danu pelaku utama atau bukan, yang jelas Danu sudah mengakui dan mengetahui peristiwa tersebut dan sudah membeberkannya kepada penyidik. 

"Kita tunggu nanti pihak kepolisian Polda Jabar, selain Danu siapa lagi yang akan ditetapkan sebagai tersangka, yang jelas Danu sudah membongkar semuanya siapa saja yang ada dalam peristiwa malam kelabu tersebut," tegasnya.

Achmad Taufan mengapresiasi keberanian Danu untuk menyerahkan diri dan mengungkap motif serta kasus pembunuhan keji di Jalancagak tersebut. 

Baca juga: Diduga Terpengaruh Hamas-Israel, Kakek Tega Bunuh Bocah Palestina, Teriak Kebencian saat Beraksi

"Kita patut bangga terhadap Danu yang sudah berani membongkar kasus Subang ini yang selama ini jadi misteri dan buah bibir asumsi publik, sekalipun Danu harus menjadi tersangka," katanya. 

"Selama 2 tahun lebih Danu memendam kasus ini karena banyaknya tekanan dan ancaman dari pelaku lainnya yang saat ini masih berkeliaran," imbuhnya

Ya, menurut kesaksian Danu, ada pelaku lain yang turut andil dalam pembunuhan.

Salah satunya adalah Yosep.

"Jadi katanya Danu sudah mengakui dan di dalam pengakuannya itu langsung atau tidak langsung menyeret nama Yosep, Bu Mimin, dan anaknya," kata Rohman Hidayat, pengacara Yosep, di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Selasa (17/10/2023) malam.

Yosep merupakan suami Tuti dan Mimin adalah istri kedua Yosep. 

Menurut Rohman, dua anak Mimin yang sudah ditangkap Arighi Reksa Pratama dan Abi.  

Keempat orang itu disebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

"Bu Mimin, Pak Yosep, Arighi, dan Abi ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka atas dasar pengakuan Danu," sebut Rohman. 

----

Berita Madura dan berita viral lainnya.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved